Yogyakarta memiliki jumlah lansia terbanyak di Indonesia, menjadikannya lokasi strategis untuk penelitian fasilitas lansia. Penelitian ini mengkaji hubungan antara desain bangunan panti wredha UPT Budhi Dharma (pemerintah) dan Hospice Hanna (swasta) dengan keberagaman usia dan kondisi kesehatan pengguna. Menggunakan kombinasi metode pengamatan langsung, analisis tata ruang, dan evaluasi kepuasan penghuni, penelitian menemukan perbedaan dan persamaan respon arsitektur dengan kebutuhan lansia sebenarnya. Studi komparatif menunjukkan variasi pendekatan tata ruang dan dampaknya terhadap aktivitas lansia. Pengelompokan berdasarkan kemampuan lansia memperlihatkan kebutuhan berbeda dalam aksesibilitas fisik, orientasi ruang, interaksi sosial, dan adaptabilitas lingkungan. Penelitian mengusulkan model desain dengan ruang fleksibel berdasarkan zona bertingkat, petunjuk lingkungan untuk orientasi, dan optimalisasi pencahayaan alami. Temuan memiliki implikasi praktis bagi pengembangan standar desain panti wredha yang responsif dan mendukung upaya pemerintah menghadapi tantangan aging population Indonesia.
Copyrights © 2026