Perintisan gereja merupakan implementasi nyata dari Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus sebagaimana tertulis dalam Matius 28:19–20. Namun, pelaksanaan penginjilan dan perintisan gereja masih sering diabaikan oleh sebagian orang percaya, termasuk dalam pembinaan anak sekolah minggu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya peran guru sekolah minggu dalam membekali dan mempersiapkan anak-anak agar memiliki pemahaman tentang panggilan Tuhan, bertumbuh sebagai pemberita Injil, serta terlibat dalam pelayanan perintisan gereja sebagai bagian dari pembangunan tubuh Kristus. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran angket kepada guru sekolah minggu sebagai responden. Data dianalisis untuk mengetahui tingkat kesiapan guru dalam membina anak-anak, faktor-faktor yang mendukung pembinaan, serta kontribusinya terhadap pengembangan pelayanan perintisan gereja. Hasil penelitian diharapkan menunjukkan bahwa pembinaan yang terarah, didukung oleh gereja atau organisasi melalui pelatihan guru sekolah minggu dan pembentukan komunitas perintisan gereja, dapat meningkatkan kesadaran anak-anak akan tanggung jawab mereka sebagai orang percaya dalam melaksanakan Amanat Agung. Dengan demikian, anak-anak tidak hanya bertumbuh dalam iman, tetapi juga dipersiapkan menjadi generasi yang aktif memberitakan Injil, memenangkan jiwa bagi Kristus, dan berpartisipasi dalam lahirnya gereja-gereja baru. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi pembinaan anak sekolah minggu yang berorientasi pada misi, penginjilan, dan perintisan gereja sebagai wujud ketaatan terhadap Firman Tuhan.
Copyrights © 2026