Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner memerlukan komunikasi bisnis yang efektif untuk meningkatkan kualitas pelayanan, kepuasan pelanggan, dan daya saing usaha. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menganalisis penerapan komunikasi bisnis serta mengidentifikasi aspek yang perlu diperkuat pada Warung Makan Mba Lalos dan Warung Ambal Lalos di wilayah Lalos. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui tahapan observasi, koordinasi, wawancara semi-terstruktur, dokumentasi, dan analisis data. Evaluasi dilakukan menggunakan observasi langsung dan wawancara mendalam terhadap pemilik usaha. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kedua UMKM telah menerapkan komunikasi bisnis melalui pelayanan langsung yang ramah, responsif, dan komunikatif sehingga mampu membangun hubungan yang baik dengan pelanggan. Namun, hasil analisis juga menunjukkan bahwa komunikasi pemasaran masih belum optimal, terutama pada Warung Makan Mba Lalos yang belum memiliki media promosi berupa spanduk atau papan nama sebagai identitas usaha. Keterbatasan tersebut menyebabkan visibilitas usaha masih rendah dan penyebaran informasi kepada calon pelanggan belum maksimal. Sebagai tindak lanjut, tim merekomendasikan penguatan strategi komunikasi bisnis melalui penyediaan media promosi, pemanfaatan media sosial, dan peningkatan kualitas pelayanan. Implementasi strategi tersebut diharapkan dapat meningkatkan visibilitas usaha, memperluas jangkauan pasar, memperkuat citra UMKM, serta mendukung keberlanjutan usaha secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026