Penyalahgunaan narkotika di kalangan remaja masih menjadi permasalahan serius di Kota Bandar Lampung. Pemerintah melalui Badan Narkotika Nasional (BNN) melaksanakan kebijakan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) sebagai upaya pencegahan di lingkungan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan P4GN di kalangan remaja dengan studi pada SMA Negeri 15 Bandar Lampung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis implementasi kebijakan mengacu pada model Edward III yang meliputi dimensi komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan P4GN telah dilaksanakan melalui kegiatan sosialisasi, penyuluhan, kampanye bahaya narkoba, serta pembentukan relawan anti narkoba. Namun, implementasinya belum berjalan optimal. Metode komunikasi masih bersifat satu arah dan kurang menarik bagi siswa. Keterbatasan sumber daya dan waktu pelaksanaan menjadi kendala keberlanjutan program. Selain itu, koordinasi lintas sektor belum maksimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan efektivitas implementasi kebijakan P4GN memerlukan penguatan komunikasi partisipatif, dukungan sumber daya yang memadai, serta koordinasi yang berkelanjutan
Copyrights © 2026