Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji kondisi kerapatan serta luasan hutan mangrove di Kawasan Mandeh, menelaah pola perubahan garis pantai yang terjadi, serta mengevaluasi keterkaitan antara kerapatan mangrove dengan dinamika garis pantai di wilayah tersebut. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pemanfaatan data spasial citra satelit Sentinel-2A. Pengolahan dan analisis data dilakukan menggunakan beberapa metode, yaitu Maximum Likelihood Classification, Normalized Difference Red Edge (NDRE), Confusion Matrix, Normalized Difference Water Index (NDWI), Digital Shoreline Analysis System (DSAS), serta pengujian statistik menggunakan Uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam periode 2021 hingga 2025 terjadi penurunan luas hutan mangrove dari 573,69 hektar menjadi 513,46 hektar, dengan kondisi kerapatan mangrove yang secara umum didominasi oleh kelas kerapatan tinggi. Analisis perubahan garis pantai yang dibagi ke dalam enam sektor memperlihatkan kecenderungan terjadinya penambahan daratan atau akresi. Namun demikian, kerapatan mangrove tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap perubahan garis pantai, karena keberadaan mangrove lebih berperan sebagai faktor pendukung dalam proses akresi
Copyrights © 2026