Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek krusial di sektor minyak dan gas bumi. PT Schlumberger Geophysics Nusantara (PT SLB) menghadapi risiko tinggi paparan bahaya fisik, kimia, dan lingkungan ekstrem. Temuan menunjukkan adanya tren peningkatan keluhan kesehatan seperti gangguan muskuloskeletal, gangguan pernapasan, dan gangguan pendengaran, khususnya di divisi Wireline. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengusulkan peningkatan sistem pengendalian risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di PT Schlumberger Geophysics Nusantara (PT SLB) guna meminimalkan risiko Penyakit Akibat Kerja (PAK). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sistematis melalui HIRARC, Root Cause Analysis (RCA), dan siklus Plan-Do-Check-Act (PDCA). Hasil penelitian mengidentifikasi bahwa penyebab utama PAK adalah paparan bahaya fisik (kebisingan dan debu), beban kerja berat, jam kerja panjang, serta praktik ergonomi yang buruk. Selain itu, efektivitas sistem K3 saat ini dinilai masih bersifat reaktif dan memiliki kelemahan pada fase evaluasi (Check) dan tindakan perbaikan (Act), terutama terkait kurangnya integrasi pemantauan kesehatan (health surveillance) serta keterbatasan fasilitas medis di lokasi terpencil (remote sites).
Copyrights © 2026