Revitalisasi pasar tradisional merupakan upaya strategis untuk meningkatkan daya saing kawasan perdagangan di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan revitalisasi Kawasan Bambu Kuning Trade Center di Kota Bandar Lampung sebagai kawasan ekonomi kreatif yang berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi Kawasan Bambu Kuning Trade Center telah dilaksanakan, namun belum sepenuhnya mencapai tujuan yang diharapkan. Pelaksanaan revitalisasi masih berfokus pada perbaikan fisik kawasan, sementara integrasi aspek ekonomi kreatif, sosial, dan lingkungan belum optimal. Kondisi tersebut menyebabkan revitalisasi belum memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan aktivitas perdagangan dan fungsi kawasan sebagai ruang publik. Hambatan tersebut dipengaruhi oleh keterbatasan pengelolaan, rendahnya partisipasi masyarakat, serta perubahan pola konsumsi ke arah perdagangan digital. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan revitalisasi yang lebih terpadu dan berkelanjutan
Copyrights © 2026