Program Kartu Identitas Anak (KIA) Pemerintah Kota Bandar Lampung bertujuan untuk memberikan identitas resmi kepada anak-anak dan mengedukasi masyarakat tentang manfaat KIA. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji penerapan kebijakan KIA oleh Kantor Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bandar Lampung serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambatnya. Melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif deskriptif dengan analisis yang didasarkan pada teori implementasi kebijakan Ripley dan Franklin, yang mencakup aspek fungsi rutin, kinerja dan dampak kebijakan, serta kepatuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan KIA telah berjalan cukup baik secara administratif dan prosedural, tetapi dampaknya terhadap peningkatan kesadaran dan pemanfaatan KIA oleh masyarakat belum optimal. Faktor pendukung meliputi komitmen aparatur, kejelasan prosedur pelayanan, dan program jemput bola, sedangkan faktor penghambat meliputi rendahnya kesadaran masyarakat, keterbatasan sosialisasi, serta belum optimalnya integrasi pemanfaatan KIA dalam layanan publik
Copyrights © 2026