Kekerasan seksual adalah masalah serius yang berdampak fisik dan psikologis jangka panjang bagi korban. UPTD PPA Kota Tangerang berperan penting dalam melindungi anak korban kekerasan. Penelitian ini bertujuan mengkaji pelaksanaan fungsi dan hambatan yang dihadapi UPTD PPA dalam memberikan layanan perlindungan anak. Penulisan hukum ini menggunakan metode pendekatan yuridis empiris. Adapun metode pengumpulan data diperoleh melalui wawancara, observasi dan studi kepustakaan. Metode analisis yang diterapkan adalah analisis kualitatif yang bersifat deskriptif untuk memberikan gambaran hasil penelitian dan untuk menjawab permasalahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UPTD PPA Kota Tangerang menjalankan fungsi pengelolaan kasus dan pendampingan korban melalui pengaduan masyarakat, penjangkauan, penanganan kasus, penampungan sementara, mediasi, pendampingan, serta koordinasi pemulihan korban. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi hambatan internal dan eksternal, seperti kurangnya koordinasi dengan DP3AP2KB dan terbatasnya edukasi tentang kekerasan seksual
Copyrights © 2025