Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Jejak toleransi dari Bali Utara melalui analisis akulturasi budaya dan Harmoni yang terkandung dalam Al-Qur’an Gusti Ngurah Ketut Jelantik Celagi (1820), serta mengidentifikasi potensinya sebagai sumber belajar sejarah di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian terdiri atas 7 informan atau narasumber yang dipilih secara purposive, meliputi tokoh adat, tokoh agama, akademisi, dan pendidik yang memahami konteks sejarah dan nilai-nilai toleransi dalam naskah tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, sedangkan teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an Gusti Ngurah Ketut Jelantik Celagi (1820) merefleksikan akulturasi budaya Hindu–Islam yang kuat serta Harmoni yang menekankan nilai toleransi, harmoni, dan saling menghormati antarumat beragama. Selain itu, kajian ini menunjukkan bahwa naskah tersebut memiliki potensi yang signifikan untuk dimanfaatkan sebagai sumber belajar sejarah di SMA, khususnya dalam pembelajaran sejarah lokal dan penguatan pendidikan karakter berbasis nilai toleransi dan keberagaman.
Copyrights © 2026