Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang, pelaksanaan ritual, dan potensinya sebagai sumber belajar sejarah. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif yang bertumpu pada observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tradisi ini dilatar belakangi oleh kepercayaan masyarakat terhadap pelinggih balang tamak yang dianggap sebagai tokoh rare angon berhubungan dengan kehidupan pertanian dan peternakan. Tradisi ini dilaksanakan pada serangkaian Tumpek Uye yang bertepatan setiap enam bulan sekali. Keberadaan tradisi ini sangat relevan dijadikan sebagai sumber belajar sejarah sesuai kurikulum merdeka di fase E untuk kelas X pada materi penelitian dan penulisan sejarah.
Copyrights © 2026