Pengasuhan anak usia dini di Indonesia masih didominasi oleh ibu, sementara keterlibatan ayah seringkali terbatas pada peran pencari nafkah akibat konstruksi budaya patriarki yang kuat. Fenomena ini juga terjadi di TK Kemala Bayangkara 3 Pekanbaru, di mana para ayah belum memahami pentingnya peran mereka dalam tumbuh kembang anak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman para ayah mengenai pentingnya keterlibatan aktif dalam pengasuhan anak usia dini. Metode yang digunakan adalah pendampingan langsung yang dikombinasikan dengan sosialisasi (ceramah), diskusi kelompok, dan sesi tanya jawab. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Desember 2025 di aula TK Kemala Bayangkara 3 Pekanbaru dengan melibatkan 30 orang ayah dari siswa sekolah tersebut. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta yang signifikan, dengan rata-rata nilai pre-test 58,3 meningkat menjadi 82,7 pada post-test, atau meningkat sebesar 41,8%. Sebanyak 90% peserta menyatakan puas dengan pelaksanaan kegiatan dan berkomitmen untuk lebih aktif terlibat dalam pengasuhan anak mereka. Kegiatan ini memperkuat temuan bahwa intervensi berbasis pendampingan efektif meningkatkan kesadaran dan kompetensi pengasuhan ayah, sehingga berdampak positif bagi perkembangan kognitif, sosial-emosional, dan perilaku anak usia dini.
Copyrights © 2026