Perkembangan teknologi digital telah meningkatkan intensitas penggunaan media sosial pada kalangan remaja. Meskipun media sosial memberikan berbagai manfaat, penggunaannya juga dapat memunculkan dampak psikologis, salah satunya Fear of Missing Out (FOMO). FOMO merupakan kondisi ketika individu merasa khawatir tertinggal informasi, pengalaman, atau aktivitas yang dilakukan oleh orang lain sehingga mendorong keinginan untuk terus terhubung dengan media sosial. Fenomena ini banyak ditemukan pada remaja yang berada dalam tahap perkembangan sosial dan pencarian identitas diri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman remaja mengenai FOMO, dampaknya terhadap kesehatan mental, serta strategi penggunaan media sosial yang sehat. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 18 Mei 2026 di SMPK YBPK Mojowarno dengan melibatkan 25 siswa kelas VII dan VIII. Metode yang digunakan adalah psikoedukasi melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, pemberian pertanyaan pemantik, dan sesi tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan sebagian besar mampu menjawab pertanyaan dengan benar pada sesi evaluasi setelah materi diberikan. Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan psikoedukasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai fenomena FOMO serta pentingnya penggunaan media sosial secara bijaksana.
Copyrights © 2026