Korosi pada tulangan baja merupakan salah satu penyebab utama kerusakan prematur struktur beton bertulang, khususnya di lingkungan yang terpapar ion klorida. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh substitusi metakaolin (MK) sebagai pengganti sebagian semen terhadap ketahanan korosi beton bertulang menggunakan metode akselerasi arus paksa (impressed current). Benda uji berupa silinder beton berukuran 100×200 mm dengan tulangan baja ulir D16 (panjang terekspos 15 cm, luas permukaan = 75,40 cm²) dibuat dengan variasi kadar MK sebesar 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20% terhadap berat binder, faktor air-semen (FAS) 0,35, dan superplasticizer 1%. Beton dirawat selama 28 hari lalu diuji dalam larutan NaCl 5% dengan tegangan konstan 10 V. Perubahan arus direkam setiap 4 jam hingga hari ke-24. Parameter yang diukur meliputi waktu initial corrosion (IC) dan tingkat korosi aktual tulangan berdasarkan kehilangan massa penimbangan. Seleksi sampel dilakukan berdasarkan uji deviasi, dan analisis statistik menggunakan One-Way ANOVA serta uji Tukey HSD (α = 0,05). Hasil menunjukkan bahwa penambahan MK berpengaruh signifikan terhadap kedua parameter (waktu IC: F = 17,69, p = 0,0002; tingkat korosi: F = 8,45, p = 0,0030). Kadar MK 10% memberikan performa optimal: waktu IC valid rata-rata 440 jam (152,9% lebih lama dari kontrol MK 0% = 174 jam) dan tingkat korosi valid terendah 0,463% (turun 72,3% dari kontrol 1,675%). MK 20% menunjukkan anomali overdosage dengan waktu IC hanya 216 jam dan tingkat korosi 2,003% — lebih buruk dari MK 0% dan MK 5%. Uji Tukey HSD mengkonfirmasi MK 10% dan MK 15% berbeda signifikan dari MK 20% dalam hal tingkat korosi. Nilai workability (slump) menurun seiring meningkatnya kadar MK dari 18 cm (MK 0%) menjadi 6 cm (MK 20%), menunjukkan perlunya penyesuaian water demand. Metakaolin 10% direkomendasikan sebagai kadar substitusi semen parsial optimal untuk meningkatkan ketahanan korosi beton bertulang.
Copyrights © 2026