Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal

Pengaruh Penambahan Serat Kenaf Terhadap Kinerja Marshall pada Campuran (AC-WC)

Anugrah, Ixco (Unknown)
Hendi Bowoputro (Unknown)
Rahayu Kusumaningrum (Unknown)



Article Info

Publish Date
31 Jul 2026

Abstract

Serat alam berpotensi meningkatkan kinerja campuran beraspal sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan tambah sintetis. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh panjang dan kadar serat kenaf terhadap karakteristik Marshall campuran asphalt concrete-wearing course (AC-WC) dan menentukan kombinasi yang memenuhi seluruh persyaratan kinerja. Aspal penetrasi 60/70 dan agregat terlebih dahulu dikarakterisasi. Kadar aspal optimum sebesar 6,5% ditetapkan dari seri kadar aspal 5%, 6%, dan 7% menggunakan metode grafik pita. Rancangan faktorial 3 x 3 terdiri atas panjang serat 6, 8, dan 10 mm serta kadar serat 0,2%, 0,3%, dan 0,4% terhadap berat agregat kering, dengan tiga ulangan untuk setiap kombinasi. Serat dikeringkan pada suhu ruang selama 24 jam, dicampurkan pada 160 °C, dan benda uji dipadatkan sebanyak 75 tumbukan pada setiap sisi. Parameter yang dianalisis meliputi VIM, VMA, VFB, stabilitas, flow, dan Marshall quotient (MQ). Dua kombinasi memenuhi seluruh batas rata-rata Bina Marga 2025, yaitu 8 mm/0,3% dan 10 mm/0,3%. Kombinasi 10 mm/0,3% dipilih karena menghasilkan stabilitas lebih tinggi, dengan VIM 4,67%, VMA 18,23%, VFB 74,63%, stabilitas 1.369,59 kg, flow 3,87 mm, dan MQ 355,08 kg/mm. Stabilitas tertinggi terjadi pada 10 mm/0,4%, tetapi kombinasi tersebut tidak memenuhi batas VIM, VFB, dan flow. ANOVA dua arah menunjukkan bahwa panjang serat berpengaruh signifikan terhadap VFB, stabilitas, flow, dan MQ; kadar serat hanya berpengaruh terhadap flow; dan seluruh interaksi tidak signifikan. Hasil ini menunjukkan bahwa optimasi serat kenaf harus mempertimbangkan seluruh respons Marshall, bukan stabilitas saja. Kata kunci: AC-WC, serat kenaf, uji Marshall, panjang serat, bahan tambah alami, ANOVA dua arah.

Copyrights © 2026