ABSTRAK Layanan Bus Trans Jatim Koridor I pada segmen Terminal Landungsari-Terminal Batu menghadapi distribusi beban penumpang yang tidak merata dan kesenjangan prasarana halte terhadap Standar Pelayanan Minimal (SPM). Penelitian ini bertujuan menghitung aktivitas penumpang pada setiap halte, mengevaluasi kondisi fisik dan geometrik halte, menentukan prioritas peremajaan berdasarkan persepsi pengguna, serta menyusun rekomendasi desain prasarana. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Data primer diperoleh melalui survei dinamis di dalam bus pada empat sesi perjalanan, observasi checklist 14 atribut fasilitas berdasarkan PM 29 Tahun 2015, pengukuran geometrik berdasarkan KP 271/1996, dan kuesioner skala Likert 1-5 kepada 108 pengguna. Data dianalisis menggunakan Gap Analysis dan Importance Performance Analysis (IPA). Survei mencatat 116 aktivitas naik-turun, terdiri atas 39 penumpang naik dan 77 penumpang turun. Terminal Batu menjadi halte tersibuk dengan 60 aktivitas atau 51,7%, sedangkan dua halte teratas menyumbang 61,2% dari seluruh aktivitas. Pemenuhan fasilitas tertinggi terdapat pada aspek keamanan sebesar 91,67%, sedangkan aspek kesetaraan sebesar 0%. Seluruh halte belum memenuhi panjang minimum ruang tunggu karena dimensi eksisting hanya 4,00 m dibandingkan standar 12,00 m. Sebanyak 21 dari 23 atribut memiliki gap negatif; kesenjangan terbesar terdapat pada lampu penerangan malam hari (-0,54). IPA menempatkan lima atribut pada Kuadran I, yaitu lampu malam, marka pembatas halte, pemisahan area tunggu dari lajur kendaraan, guiding block, dan ramp kursi roda. Terminal Batu ditetapkan sebagai prioritas sangat tinggi. Rekomendasi utama berupa halte 12,00 x 2,00 m berkapasitas 48 orang serta penambahan fasilitas keselamatan dan aksesibilitas pada empat halte prioritas. Kata Kunci: Halte Bus, Trans Jatim, Standar Pelayanan Minimal, Importance Performance Analysis, Gap Analysis.
Copyrights © 2026