Gedung X merupakan gedung perkantoran tiga lantai di Kota Malang yang semula direncanakan dengan struktur beton bertulang. Pada penelitian ini dilakukan studi analisis perencanaan ulang struktur atas gedung tersebut dengan menggunakan struktur komposit baja-beton, yang meliputi balok induk, balok anak, dan kolom. Perencanaan dilakukan dengan metode Load and Resistance Factor Design (LRFD) mengacu pada SNI 1729:2020, dengan pembebanan berdasarkan SNI 1727:2020 dan beban gempa statik ekivalen berdasarkan SNI 1726:2019. Gaya dalam diperoleh dari analisis struktur menggunakan program ETABS. Hasil perencanaan diperoleh profil balok induk WF 300×150×6,5×9, balok anak WF 200×100×5,5×8, dan kolom WF 500×200×10×16 yang bekerja secara komposit dengan pelat beton eksisting tebal 120 mm melalui penghubung geser stud Ø 19 mm. Seluruh kontrol lentur, geser, dan lendutan memenuhi persyaratan. Setelah terjadi aksi komposit, kapasitas lentur balok induk meningkat dari φMn = 117,47 kNm menjadi 248,90 kNm (≈112%) dan balok anak meningkat dari φMn = 45,03 kNm menjadi 82,85 kNm (≈84%). Hal ini menunjukkan bahwa aksi komposit antara profil baja dan pelat beton mampu meningkatkan kapasitas lentur balok secara signifikan. Kata kunci: gedung perkantoran, struktur komposit, LRFD, balok komposit, penghubung geser
Copyrights © 2026