Dr. Ir. Retno Anggraini, ST., MT.
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pengaruh Kombinasi Variasi Fly Ash dan Biochar sebagai Substitusi Semen terhadap Sifat Mekanis serta Biologis Bioreceptive Concrete Iza Afkarina Mutmainah; Dr. Eng. Ir. Eva Arifi, ST., MT., IPM., ASEAN Eng.; Dr. Ir. Retno Anggraini, ST., MT.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton merupakan material konstruksi yang banyak digunakan karena memiliki kuat tekan tinggi dan durabilitas yang baik. Namun, penggunaan semen sebagai bahan utama beton menghasilkan emisi karbon yang tinggi sehingga diperlukan material alternatif yang lebih ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh substitusi sebagian semen menggunakan fly ash dan biochar terhadap kuat tekan, pH, dan pertumbuhan lumut pada bioreceptive concrete. Variasi campuran yang digunakan terdiri atas fly ash sebesar 0%, 10%, dan 20% serta biochar sebesar 0%, 2,5%, 5%, dan 7,5%. Pengujian kuat tekan dan pH dilakukan pada umur 28, 56, dan 90 hari, sedangkan pertumbuhan lumut diamati selama 10 minggu menggunakan analisis ImageJ dan pengamatan morfologi dengan Dino-Lite. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan fly ash dan biochar memengaruhi kuat tekan, pH, dan pertumbuhan lumut pada bioreceptive concrete. Kuat tekan tertinggi diperoleh pada variasi fly ash 0% dan biochar 2,5%, sedangkan variasi fly ash 10%–biochar 2,5% dan fly ash 20%–biochar 0% menunjukkan peningkatan kuat tekan yang paling stabil pada berbagai umur pengujian. Nilai pH beton cenderung menurun seiring bertambahnya umur beton sehingga menciptakan kondisi yang lebih mendukung pertumbuhan lumut. Analisis ImageJ menunjukkan perubahan luas area lumut yang relatif kecil, sedangkan pengamatan Dino-Lite menunjukkan bahwa variasi fly ash 10% dan biochar 2,5% menghasilkan pertumbuhan lumut terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan fly ash dan biochar berpotensi meningkatkan sifat bioreceptive concrete tanpa mengurangi kinerja mekanis beton secara signifikan. Kata kunci: bioreceptive concrete; biochar; fly ash; kuat tekan; lumut.
Analisis Pushover terhadap Kinerja Seismik Gedung Beton Bertulang dengan Variasi Konfigurasi Dinding Geser Pradnya Paramitha Pinasthika; Dr. Ir. Retno Anggraini, ST., MT.; Dr. Eng. Achfas Zacoeb, ST., MT.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia is a region with high seismic activity due to its location on the Pacific Ring of Fire, making earthquake-resistant building design a highly crucial aspect. This study aims to evaluate the effect of adding shear walls on the seismic performance of Building X at University Y in Malang City. The case study building is a 7-story reinforced concrete structure with a height of 30.1 meters, which initially utilized a moment-resisting frame system. The methodology involves a nonlinear static pushover analysis utilizing ETABS software. The analysis was conducted on four structural variations: Type 1 (without shear walls), alongside Types 2, 3, and 4 (incorporating various shear wall configurations). Structural performance levels were evaluated based on SNI 1726:2019 and ATC-40 standards using the capacity spectrum method. The findings reveal that the integration of shear walls significantly enhances both the stiffness and lateral capacity of the building. In the original state (Type 1), the structure remained at the Damage Control (DC) performance level, recording a peak displacement of 240.216 mm in the X-direction and 218.834 mm in the Y-direction. Conversely, Type 3 and Type 4 successfully elevated the structural performance to the Immediate Occupancy (IO) level. Type 3 emerged as the most optimal configuration, yielding the smallest displacement in the X-direction (33.454 mm) and demonstrating a substantial increase in base shear compared to the unbraced structure. Consequently, the shear wall configuration in Type 3 is highly recommended, as it effectively meets the target safety performance while offering greater material efficiency. Keywords: Pushover Analysis, Shear Wall, Seismic Performance, ATC-40, ETABS
Analisis Retrofit Struktur Kolom Menggunakan Metode Concrete Jacketing dan Carbon Fiber Reinforced Polymer (CFRP) pada Bangunan Beton Bertulang Hafidz, Muhammad Yudhistira; Dr. Ir. Retno Anggraini, ST., MT.; Ir. Ari Wibowo, ST., MT., Ph.D., IPU., ASEAN Eng.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penambahan lantai pada bangunan eksisting meningkatkan beban dan gaya dalam pada kolom sehingga diperlukan evaluasi kapasitas serta perkuatan struktur. Penelitian ini menganalisis metode Concrete Jacketing dan Carbon Fiber Reinforced Polymer (CFRP) pada bangunan ruko eksisting 2 lantai yang direncanakan menjadi 4 lantai. Gaya dalam dianalisis menggunakan ETABS, sedangkan kapasitas kolom diperiksa melalui diagram interaksi aksial–momen dan analisis geser. Concrete Jacketing diterapkan dengan memperbesar dimensi kolom menjadi 450 mm × 450 mm dan meningkatkan kapasitas aksial tekan, momen, serta geser masing-masing sebesar 119,86%, 210,88%, dan 131,02%. CFRP 1 lapis meningkatkan kapasitas tersebut sebesar 19,99%, 16,90%, dan 85,21%, sedangkan CFRP 2 lapis sebesar 39,99%, 33,80%, dan 87,37%. Concrete Jacketing memberikan peningkatan kapasitas lebih besar, tetapi menambah berat dan memerlukan pelaksanaan yang lebih kompleks. CFRP lebih ringan, tidak memperbesar dimensi penampang, dan lebih praktis. CFRP direkomendasikan apabila kebutuhan kapasitas terpenuhi, sedangkan Concrete Jacketing lebih sesuai untuk kebutuhan peningkatan kapasitas yang lebih besar. Kata kunci: retrofit, kolom beton bertulang, Concrete Jacketing, CFRP, penambahan lantai.
Studi Analisis Perencanaan Gedung X Dengan Menggunakan Struktur Komposit Hrp, Harun Alrasid; Ir. Mohammad Taufik Hidayat, MT.; Dr. Ir. Retno Anggraini, ST., MT.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gedung X merupakan gedung perkantoran tiga lantai di Kota Malang yang semula direncanakan dengan struktur beton bertulang. Pada penelitian ini dilakukan studi analisis perencanaan ulang struktur atas gedung tersebut dengan menggunakan struktur komposit baja-beton, yang meliputi balok induk, balok anak, dan kolom. Perencanaan dilakukan dengan metode Load and Resistance Factor Design (LRFD) mengacu pada SNI 1729:2020, dengan pembebanan berdasarkan SNI 1727:2020 dan beban gempa statik ekivalen berdasarkan SNI 1726:2019. Gaya dalam diperoleh dari analisis struktur menggunakan program ETABS. Hasil perencanaan diperoleh profil balok induk WF 300×150×6,5×9, balok anak WF 200×100×5,5×8, dan kolom WF 500×200×10×16 yang bekerja secara komposit dengan pelat beton eksisting tebal 120 mm melalui penghubung geser stud Ø 19 mm. Seluruh kontrol lentur, geser, dan lendutan memenuhi persyaratan. Setelah terjadi aksi komposit, kapasitas lentur balok induk meningkat dari φMn = 117,47 kNm menjadi 248,90 kNm (≈112%) dan balok anak meningkat dari φMn = 45,03 kNm menjadi 82,85 kNm (≈84%). Hal ini menunjukkan bahwa aksi komposit antara profil baja dan pelat beton mampu meningkatkan kapasitas lentur balok secara signifikan. Kata kunci: gedung perkantoran, struktur komposit, LRFD, balok komposit, penghubung geser
Evaluasi Kinerja Seismik pada Gedung Beton Bertulang menggunakan Metode Pushover berdasarkan SNI 1726:2012 dan SNI 1726:2019 (Studi Kasus: Gedung X Universitas Y) Rusnandar, Aretha Verinza; Dr. Ir. Retno Anggraini, ST., MT.; Dr. Eng. Achfas Zacoeb, ST., MT.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2026): Student Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

              Indonesia, sebagai wilayah yang terletak pada pertemuan tiga lempeng tektonik utama dunia, memiliki tingkat kerentanan seismik yang sangat tinggi, menuntut adanya evaluasi berkelanjutan terhadap kelayakan infrastruktur eksisting. Pembaruan regulasi kegempaan dari SNI 1726:2012 menjadi SNI 1726:2019 membawa implikasi yang sangat signifikan terhadap perhitungan beban gempa rencana, yang berpotensi mengubah status kelayakan dan kinerja struktur bangunan yang telah dibangun berdasarkan standar terdahulu. Analisis komprehensif ini berfokus pada evaluasi kinerja seismik struktur beton bertulang bertingkat sedang, yakni Gedung X Universitas Y, dengan menggunakan metode statik non-linier pushover yang berpedoman pada panduan Applied Technology Council (ATC-40).             Respons struktural dievaluasi secara mendalam melalui parameter gaya geser dasar (base shear), simpangan antar lantai (story drift), stabilitas P-Delta, dan mekanisme pembentukan sendi plastis (plastic hinges). Hasil analisis mengindikasikan adanya eskalasi kebutuhan (demand) gaya lateral pada standar pembaruan, yang ditandai dengan peningkatan perpindahan atap sebesar 12% pada arah X dan 16% pada arah Y.             Lebih lanjut, analisis mengungkap bahwa gaya geser dasar maksimum pada titik kinerja (performance point) mengalami peningkatan margin sebesar 5%. Kendati struktur eksisting secara global tetap berada pada tingkat kinerja Immediate Occupancy (IO) di bawah kedua skenario peraturan gempa, investigasi simpangan antar lantai menunjukkan pelampauan batas izin simpangan pada SNI 1726:2019, khususnya pada sumbu lemah (arah Y). Pola keruntuhan menunjukkan indikasi kerentanan tingkat lunak (soft story) pada lantai dasar yang mencapai level Collapse Prevention (CP) pada akhir kurva kapasitas. Temuan ini menegaskan bahwa pemenuhan titik kinerja global tidak serta-merta menjamin keamanan elemen lokal terhadap deformasi lateral yang berlebihan. Kata kunci: Analisis Pushover, Kinerja Seismik, Kurva Kapasitas, Sendi Plastis, Spektrum Respons.