Pekerjaan beton cor di tempat memiliki keterbatasan berupadurasi pelaksanaan dan kebutuhan tenaga kerja yang relatif besar. Beton pracetak dapat menjadi alternatif, tetapi kinerja sambunganserta keamanan elemen pada tahap pengangkatan harusdiverifikasi. Penelitian ini menganalisis perencanaan sistempracetak pada Gedung X, bangunan kantor tiga lantai setinggi 15 m di Kota Malang. Modifikasi difokuskan pada balok pracetak, hubungan balok–kolom, dan tahapan pengangkatannya. Analisismenggunakan ETABS v22 dan perhitungan manual dengan acuanSNI 2847:2019, SNI 1726:2019, SNI 1727:2020, dan SNI 7833:2012. Material yang digunakan adalah beton f'c 35 MPa dan baja tulangan fy 420 MPa. Hasil perencanaan memberikan balokinduk B1 dan balok anak BA1 berukuran 300 × 500 mm, sertakolom K1 berukuran 700 × 700 mm. Tulangan tumpuan B1 adalah 6D19 tarik dan 3D19 tekan, sedangkan BA1 menggunakan5D16 tarik dan 3D16 tekan. Pada sambungan basah balok–kolomtengah, momen ultimit 246,51 kNm lebih kecil daripada momennominal maksimum 321,468 kNm; gaya geser 729,209 kN juga lebih kecil daripada kapasitas geser 3.696,07 kN. Titik angkatbalok sepanjang 6 m ditempatkan 140,56 cm dari setiap ujung, menggunakan tulangan angkat Ø10. Berat elemen 1.382,4 kg masih berada di bawah kapasitas crane 16 ton pada radius maksimum 35 m. Dengan demikian, dimensi, sambungan, dan prosedur pengangkatan yang direncanakan memenuhipemeriksaan kekuatan dalam ruang lingkup studi.
Copyrights © 2026