Kerusakan jalan merupakan permasalahan serius di wilayah perkotaan yang berdampak langsung pada keselamatan pengguna jalan,efisiensi transportasi, serta biaya operasional kendaraan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis, tingkat, dan distribusi kerusakan jalan pada ruas Jalan R.E Martadinata, Jakarta Utara, sepanjang 1,5 kilometer menggunakan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG) berbasis ArcGIS. Metodologi yang digunakan meliputi survei lapangan untuk mengamati jenis dan dimensi kerusakan, pencatatan koordinat menggunakan GPS, serta pengolahan data spasial dengan metode Bina Marga untuk menentukan tingkat kerusakan jalan. Data kerusakan kemudian dimasukkan ke dalam database ArcGIS untuk divisualisasikan dalam bentuk peta tematik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusakan jalan paling dominan adalah retak buaya dengan total luas kerusakan mencapai 15,21 m², sementara kerusakan dengan luas terendah adalah lubang sebesar 1,201 m². Faktor penyebab kerusakan antara lain beban lalulintas berlebih, sistem drainase yang tidak memadai, mutu perkerasan yang rendah, serta kondisi tanah dasar yang kurang stabil. Selain itu, ditemukan bahwa implementasi GIS secara signifikan meningkatkan efektivitas dalam pemetaan kerusakan dan perencanaan pemeliharaan jalan. Peta kerusakan yang dihasilkan memungkinkan identifikasi cepat terhadap titik-titik kritis yang membutuhkan penanganan segera.Studi ini membuktikan bahwa teknologi ArcGIS mampu memberikan gambaran spasial yang akurat dan informatif, serta mendukung pengambilan keputusan strategis dalam pengelolaan infrastruktur jalan.Dengan memanfaatkan pendekatan ini, pengelola jalan dapat menyusun prioritas pemeliharaan secara tepat sasaran dan efisien, sehingga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas layanan transportasi di kawasan perkotaan.
Copyrights © 2026