Perumahan merupakan kebutuhan dasar yang berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, penyediaan perumahan di Indonesia masih menghadapi permasalahan backlog perumahan, yaitu kesenjangan antara jumlah rumah tangga dan ketersediaan rumah milik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besaran dan sebaran backlog perumahan di Kota Sungai Penuh sebagai dasar penyusunan kebijakan penyediaan perumahan yang lebih tepat sasaran. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Sungai Penuh. Perhitungan backlog dilakukan berdasarkan perspektif kepemilikan rumah yang digunakan oleh BPS dengan asumsi satu rumah tangga menempati satu unit rumah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2025 Kota Sungai Penuh mengalami backlog perumahan sebesar 4.081 unit rumah. Kecamatan Sungai Penuh memiliki backlog tertinggi sebesar 1.149 unit rumah, sedangkan Kecamatan Koto Baru memiliki backlog terendah sebesar 22 unit rumah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan rumah tangga belum diimbangi oleh ketersediaan rumah milik yang memadai. Temuan ini dapat menjadi dasar dalam penentuan prioritas wilayah dan penyusunan kebijakan penyediaan perumahan yang lebih efektif dan berkelanjutan di Kota Sungai Penuh
Copyrights © 2026