Penelitian ini bertujuan untuk mencerminkan dan memetakan tingkat kegemaran membaca (TGM) pada sepuluh provinsi di wilayah Sumatera tahun 2023 menggunakan pendekatan Sistem Pendukung Keputusan (SPK). Data yang digunakan bersumber dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia yang mencerminkan kondisi literasi masyarakat berdasarkan lima kriteria utama, yaitu frekuensi membaca, durasi membaca, jumlah bahan bacaan, frekuensi akses internet, dan durasi akses internet untuk literasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Simple Additive Weighting (SAW), yaitu metode pengambilan keputusan berdasarkan jumlahan terbobot. Metode ini dipilih karena mampu menghasilkan penilaian yang objektif melalui proses normalisasi matriks dan pembobotan setiap kriteria. Seluruh kriteria dalam penelitian ini dipecah menjadi manfaat atribut, sehingga proses normalisasi dilakukan dengan membandingkan nilai setiap alternatif terhadap nilai maksimum pada masing-masing kriteria. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Provinsi Sumatera Barat (A3) memperoleh nilai preferensi tertinggi sebesar 0,953, diikuti oleh Provinsi Jambi (A6) sebesar 0,944 dan Provinsi Sumatera Utara (A2) sebesar 0,917. Hal ini menunjukkan bahwa Sumatera Barat memiliki kinerja literasi terbaik berdasarkan kombinasi seluruh kriteria yang digunakan dalam penelitian. Dengan demikian, metode SAW terbukti efektif dalam membantu proses pengambilan keputusan untuk memetakan tingkat kegemaran membaca secara sistematis, objektif, dan terstruktur.
Copyrights © 2026