Kesehatan mental mahasiswa merupakan aspek fundamental yang memengaruhi keberfungsian akademik dan sosial, di mana dinamika dan responsnya dikondisikan secara masif oleh persepsi sosial di ekosistem kampus. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses pembentukan persepsi sosial terhadap kesehatan mental di kampus, mengidentifikasi faktor determinannya, serta mengkaji implikasinya terhadap dukungan dan aksesibilitas layanan mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui sintesis literatur ilmiah yang diklasifikasikan secara tematik dan sistematis. Kesehatan mental mahasiswa merupakan manifestasi kesejahteraan holistik yang dibentuk oleh interaksi faktor internal (sikap, afeksi, prasangka) dan eksternal (situasi, sosiokultural, informasi). Mahasiswa memiliki kerentanan tinggi terhadap stres akademis, kecemasan, depresi, hingga ideasi bunuh diri akibat tekanan peran dan minimnya support system. Meskipun koping adaptif telah diterapkan, persepsi sosial di kampus tetap menjadi prediktor utama yang memicu eskalasi stigma dan memengaruhi akseptabilitas lingkungan. Institusi perguruan tinggi perlu melakukan restrukturisasi kebijakan akademik untuk mereduksi beban kognitif mahasiswa, mengoptimalkan layanan konseling terdesentralisasi, mengintegrasikan psikoedukasi, serta memperkuat jaringan dukungan sebaya (peer support) demi ekosistem kampus yang suportif.
Copyrights © 2026