Sihombing, Ramayana
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Persepsi Sosial Terhadap Kesehatan Mental Di Lingkungan Kampus Sihombing, Ramayana; Kaban, Defly
JURNAL IMPARTA Vol. 5 No. 1 (2026): VOL 5 NO 1: JULI 2026
Publisher : UPPM Sekolah Tinggi Teologi Tabgha Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61768/xxr8wf24

Abstract

Kesehatan mental mahasiswa merupakan aspek fundamental yang memengaruhi keberfungsian akademik dan sosial, di mana dinamika dan responsnya dikondisikan secara masif oleh persepsi sosial di ekosistem kampus. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses pembentukan persepsi sosial terhadap kesehatan mental di kampus, mengidentifikasi faktor determinannya, serta mengkaji implikasinya terhadap dukungan dan aksesibilitas layanan mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui sintesis literatur ilmiah yang diklasifikasikan secara tematik dan sistematis. Kesehatan mental mahasiswa merupakan manifestasi kesejahteraan holistik yang dibentuk oleh interaksi faktor internal (sikap, afeksi, prasangka) dan eksternal (situasi, sosiokultural, informasi). Mahasiswa memiliki kerentanan tinggi terhadap stres akademis, kecemasan, depresi, hingga ideasi bunuh diri akibat tekanan peran dan minimnya support system. Meskipun koping adaptif telah diterapkan, persepsi sosial di kampus tetap menjadi prediktor utama yang memicu eskalasi stigma dan memengaruhi akseptabilitas lingkungan. Institusi perguruan tinggi perlu melakukan restrukturisasi kebijakan akademik untuk mereduksi beban kognitif mahasiswa, mengoptimalkan layanan konseling terdesentralisasi, mengintegrasikan psikoedukasi, serta memperkuat jaringan dukungan sebaya (peer support) demi ekosistem kampus yang suportif.
Restorasi Pondok Daud Sebagai Pemulihan Akses Kepada Hadirat Allah: Kajian Teologis Terhadap Amos 9:11 Dan Implikasinya Bagi Gereja Masa Kini Sinaga, Salmia Nehemia; Gulo, Listine; Sihombing, Ramayana; Kaban, Defly Yani; Marbun, Lilis Suryani
JURNAL TABGHA Vol. 6 No. 2 (2025): VOL 6 NO 2: OKTOBER 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Teologi Tabgha Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61768/zf0z6y49

Abstract

Amos 9:11 merupakan salah satu teks penting dalam Perjanjian Lama yang berbicara tentang janji Allah untuk mendirikan kembali pondok Daud yang telah roboh. Ayat ini sering dipahami sebagai nubuatan tentang pemulihan umat Allah, namun makna teologisnya masih ditafsirkan secara beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji restorasi pondok Daud sebagai pemulihan akses kepada hadirat Allah melalui kajian teologis terhadap Amos 9:11 serta melihat implikasinya bagi gereja masa kini. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research), melalui analisis terhadap Alkitab, buku-buku teologi, dan berbagai jurnal ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa restorasi pondok Daud tidak hanya berkaitan dengan pemulihan kerajaan Daud, tetapi juga menunjuk pada pemulihan hubungan antara Allah dan umat-Nya. Kehadiran Allah menjadi pusat dari konsep pemulihan tersebut, sehingga pondok Daud dapat dipahami sebagai gambaran dipulihkannya akses umat kepada hadirat Allah. Kajian ini juga menunjukkan bahwa pemulihan merupakan inisiatif Allah yang lahir dari kesetiaan-Nya terhadap janji-Nya. Bagi gereja masa kini, pemahaman ini menjadi pengingat untuk membangun kehidupan yang berpusat pada Allah melalui doa, pujian, dan penyembahan yang lahir dari hubungan yang dekat dengan-Nya.
Implikasi Respon Allah Terhadap Ketulusan Dan Kesungguhan Doa Hana Dalam 1 Samuel 1:10-11 Sihombing, Ramayana; Rumaijuk, Stefan; Sitanggang, Tahan
JURNAL TABGHA Vol. 6 No. 2 (2025): VOL 6 NO 2: OKTOBER 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Teologi Tabgha Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61768/ccfxaz57

Abstract

Doa Hana menjadi representasi doa yang dinaikkan dengan penuh ketulusan dan kesungguhan, lahir dari pergumulan pribadi yang mendalam dan disertai janji iman kepada Allah. Dengan menggunakan penafsiran dan kajian terhadap tulisan-tulisan teologi, penelitian ini menemukan bahwa Allah mendengar dan menjawab doa yang tulus, bukan semata-mata karena kebutuhan manusia, tetapi karena doa tersebut berakar pada iman dan kerendahan hati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa doa Hana memberikan teladan bagi orang percaya masa kini untuk menghadirkan ketulusan hati tanpa kepura-puraan serta kesungguhan iman yang konsisten dalam menghadapi pergumulan hidup. Implikasi praktisnya, doa yang demikian memampukan umat Allah untuk mengalami perjumpaan pribadi dengan Allah yang hidup, menerima penguatan rohani, dan menyaksikan karya Allah yang nyata dalam kehidupan. Dengan demikian, respon Allah terhadap doa Hana menegaskan bahwa doa yang tulus dan sungguh-sungguh akan membawa umat pada pengenalan yang lebih dalam akan kasih dan kedaulatan-Nya.