Wilayah Kintamani di Bali merupakan destinasi wisata populer dengan potensi bencana geologi yang tinggi seperti letusan gunung berapi, gempa bumi, dan tanah longsor. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan membandingkan persepsi risiko dan tingkat kesiapsiagaan antara wisatawan dan masyarakat lokal di Kecamatan Kintamani terkait bahaya geologi. Data dikumpulkan melalui survei kuesioner yang mencakup indikator persepsi risiko, pengetahuan tentang bencana, kepercayaan terhadap otoritas, dan pengalaman pribadi dengan bencana. Analisis dilakukan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan ditinjau dengan Kerangka Sendai untuk Pengurangan Risiko Bencana 2015–2030 untuk merumuskan strategi pengurangan risiko bencana yang inklusif dan berbasis masyarakat. Hasilnya menunjukkan bahwa wisatawan memiliki tingkat pengetahuan bencana yang rendah, sementara masyarakat lokal menunjukkan kesadaran yang lebih tinggi tetapi masih menghadapi keterbatasan dalam mengakses informasi formal. Rekomendasi yang diberikan meliputi penguatan sistem komunikasi risiko, pelatihan bagi para pemangku kepentingan pariwisata, dan pengintegrasian pengurangan risiko bencana ke dalam pembangunan destinasi berkelanjutan.
Copyrights © 2025