Suspensi antibiotik oral umumnya diformulasikan sebagai bubuk kering untuk rekonstitusi karena ketidakstabilan banyak antibiotik dalam larutan berair. Setelah air ditambahkan, sistem dispersi menjadi lebih rentan terhadap degradasi fisik dan kimia, yang berpotensi memengaruhi potensi obat dan efektivitas terapeutik. Studi ini bertujuan untuk meninjau dan mensintesis temuan penelitian terbaru mengenai stabilitas fisik dan kimia suspensi antibiotik oral setelah rekonstitusi. Metode tinjauan literatur dilakukan dengan menggunakan basis data nasional dan internasional, yang berfokus pada studi eksperimental yang dipublikasikan antara tahun 2020 dan 2026 yang mengevaluasi parameter stabilitas pasca-rekonstitusi. Sebanyak 15 studi yang memenuhi syarat dianalisis secara deskriptif berdasarkan jenis antibiotik, kondisi penyimpanan, metode analitik, dan hasil stabilitas. Temuan menunjukkan bahwa suhu penyimpanan secara signifikan memengaruhi degradasi kimia, dengan pendinginan umumnya memberikan stabilitas yang lebih baik dibandingkan dengan suhu ruangan. Parameter fisik seperti pH, viskositas, sedimentasi, dan sifat organoleptik sebagian besar dipertahankan dalam batas yang dapat diterima selama periode penyimpanan yang terbatas, meskipun variasi dalam keseragaman dosis dapat terjadi. Oleh karena itu, kondisi penyimpanan yang tepat dan praktik rekonstitusi yang akurat sangat penting untuk menjaga kualitas, keamanan, dan kemanjuran terapeutik suspensi antibiotik oral.
Copyrights © 2026