Naila Tirsta Az-zahra
Universitas Negeri Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Literature Review: Analysis and Validation of the Effectiveness of Antidiabetic Drugs in the Biological Matrix Using the HPLC (High Performance Liquid Chromatography) Method Syahwa Aulia Fernanda; Naila Tirsta Az-zahra; Teresa Savitri Setyoasih; Ghefira Najwa Akmila; Sekar Bekti Pertiwi; Sabrina Maharani
Al Makki Health Informatics Journal Vol. 3 No. 2 (2025): Al Makki Health Informatics Journal
Publisher : Al Makki Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57185/t5763640

Abstract

High-Performance Liquid Chromatography (HPLC) is a widely used analytical method for the separation, identification, and quantification of compounds in complex biological matrices, such as plasma, serum, and urine. This article discusses the analysis and validation of the effectiveness of antidiabetic drugs using HPLC, focusing on sample preparation, column selection, mobile phase, and detectors used. Method validation is performed to ensure parameters such as specificity, linearity, precision, accuracy, limit of detection (LOD), and limit of quantification (LOQ) are met. Literature study from 18 journals showed that HPLC is a sensitive, specific, and efficient method for antidiabetic drug analysis. Preparation techniques such as protein precipitation and solid-phase extraction provide optimal results in minimizing biological matrix interferences. In addition, the Photodiode Array (PDA) detector proved superior in terms of sensitivity and analyzability at low concentrations compared to other detectors. By fulfilling all validation parameters, HPLC can be relied upon as a primary method for the analysis of antidiabetic drugs in biological matrices.
Literature Review: Physical and Chemical Stability of Oral Antibiotic Suspensions After Reconstitution Sefti Aulia Fida; Siti Arina Mardiana; Cahya Aulia Akmal; Naila Tirsta Az-zahra; Ema Aulia Fikasari; Fanny Dinda Nuraini; Alyaa Zain Athayaaa; Gherriya Tsabita Zahra
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57346

Abstract

Suspensi antibiotik oral umumnya diformulasikan sebagai bubuk kering untuk rekonstitusi karena ketidakstabilan banyak antibiotik dalam larutan berair. Setelah air ditambahkan, sistem dispersi menjadi lebih rentan terhadap degradasi fisik dan kimia, yang berpotensi memengaruhi potensi obat dan efektivitas terapeutik. Studi ini bertujuan untuk meninjau dan mensintesis temuan penelitian terbaru mengenai stabilitas fisik dan kimia suspensi antibiotik oral setelah rekonstitusi. Metode tinjauan literatur dilakukan dengan menggunakan basis data nasional dan internasional, yang berfokus pada studi eksperimental yang dipublikasikan antara tahun 2020 dan 2026 yang mengevaluasi parameter stabilitas pasca-rekonstitusi. Sebanyak 15 studi yang memenuhi syarat dianalisis secara deskriptif berdasarkan jenis antibiotik, kondisi penyimpanan, metode analitik, dan hasil stabilitas. Temuan menunjukkan bahwa suhu penyimpanan secara signifikan memengaruhi degradasi kimia, dengan pendinginan umumnya memberikan stabilitas yang lebih baik dibandingkan dengan suhu ruangan. Parameter fisik seperti pH, viskositas, sedimentasi, dan sifat organoleptik sebagian besar dipertahankan dalam batas yang dapat diterima selama periode penyimpanan yang terbatas, meskipun variasi dalam keseragaman dosis dapat terjadi. Oleh karena itu, kondisi penyimpanan yang tepat dan praktik rekonstitusi yang akurat sangat penting untuk menjaga kualitas, keamanan, dan kemanjuran terapeutik suspensi antibiotik oral.