Klinik MP mengalami penurunan partisipasi pemeriksaan Prostate Specific Antigen (PSA) sebesar 34% pada tahun 2024 dibandingkan tahun 2023. Kanker prostat merupakan penyebab kematian urutan ke-5 pada pria di dunia, sehingga deteksi dini sangat krusial. Health Belief Model (HBM) digunakan untuk menganalisis perilaku skrining ini berdasarkan persepsi individu. Tujuan penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi perilaku skrining kanker prostat menggunakan pendekatan HBM. Metode penelitian analitik cross-sectional ini melibatkan 141 responden (N=141) menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner yang tervalidasi dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda setelah memenuhi uji asumsi klasik. Hasil variabel persepsi kerentanan (p = 0,009), persepsi keparahan (p = 0,024), persepsi manfaat (p = 0,006), dan persepsi hambatan (p = 0,007) secara parsial maupun simultan berpengaruh signifikan (p < 0,05) terhadap perilaku skrining. Persepsi manfaat menjadi variabel yang paling dominan dalam menentukan tindakan pencegahan. Simpulan persepsi individu, terutama keyakinan terhadap manfaat pemeriksaan, sangat menentukan perilaku skrining PSA. Intervensi promosi kesehatan di fasilitas layanan perlu difokuskan pada edukasi manfaat deteksi dini guna mengatasi hambatan psikologis maupun finansial pasien.
Copyrights © 2026