Stroke merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan global, dengan pola makan sebagai faktor risiko yang dapat dimodifikasi dan berperan krusial dalam patogenesisnya. Tinjauan ini bertujuan menyintesis bukti ilmiah terkini mengenai hubungan antara pola makan, komponen nutrisi spesifik, dan risiko kejadian stroke. Pencarian literatur dilakukan secara sistematis melalui PubMed, Scopus, dan Google Scholar, mencakup publikasi tahun 2019–2026. Studi kohort prospektif berbahasa Inggris dengan periode follow-up minimal tiga tahun diinklusikan. Kualitas studi dinilai menggunakan Newcastle-Ottawa Scale (NOS), dengan sintesis dilakukan secara naratif-tematik. Delapan belas studi kohort memenuhi kriteria inklusi, melibatkan lebih dari 2,5 juta partisipan dari berbagai negara dengan periode follow-up berkisar 3–21 tahun. Lima tema utama teridentifikasi: pola makan berbasis nabati bersifat protektif; flavonoid, vitamin B, dan vitamin E menurunkan risiko stroke; pola makan tidak sehat meningkatkan risiko; faktor gaya hidup memoderasi hubungan diet-stroke; serta stroke iskemik lebih konsisten dipengaruhi pola makan dibandingkan stroke hemoragik. Pola makan berkualitas tinggi berbasis nabati, kaya antioksidan, dan rendah makanan olahan secara bermakna menurunkan risiko stroke, khususnya stroke iskemik. Kebijakan kesehatan masyarakat perlu memprioritaskan edukasi gizi berbasis bukti dan peningkatan konsumsi pangan fungsional sebagai strategi pencegahan stroke yang komprehensif.
Copyrights © 2026