Peningkatan kasus gangguan kesehatan mental pasca-pandemi mendorong perlunya pendekatan preventif non-farmakologis, salah satunya melalui aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemetaan bibliometrik dan perkembangan struktur pengetahuan global mengenai aktivitas fisik dalam memelihara kesehatan mental berdasarkan 506 artikel terindeks Scopus (2021–2025) yang diolah menggunakan VOSviewer dan Microsoft Excel. Hasil analisis memperlihatkan bahwa publikasi tumbuh pesat dan memuncak pada 2025 (146 dokumen). Jejaring kepenulisan membentuk struktur terikat penuh (fully connected network) tanpa peneliti terisolasi, dengan tokoh seperti Lena Milch dan André Möller sebagai pusat jejaring. Pemetaan kata kunci terbagi menjadi dua klaster yang menghubungkan kondisi psikologis dengan uji klinis acak terkendali (RCT). Analisis acuan bersama membentuk satu klaster tunggal berbasis penanda peradangan molekuler (ICAM-1 dan VCAM-1) sebagai fondasi fisiologis. Selain itu, terdapat ketimpangan wilayah akibat dominasi Amerika Serikat, Tiongkok, dan Inggris. Berdasarkan kesenjangan tersebut, direkomendasikan agenda penelitian masa depan yang berfokus pada presisi aturan dosis latihan, pemantauan kesehatan digital (e-health), pengujian penanda biologis translational, serta penggalian aktivitas fisik berbasis kearifan lokal di negara berkembang.
Copyrights © 2026