Syahruramdhani Syahruramdhani
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

The Effect of Progressive Muscle Relaxation on Fatigue Levels in Patients Undergoing Hemodialysis Faradhita Afira Octa Priheningtyas; Syahruramdhani Syahruramdhani; Tariyah Tariyah
An Idea Health Journal Vol 5 No 03 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ihj.v5i02.506

Abstract

Introduction: Chronic kidney disease (CKD) is a disease development from acute kidney failure that is progressive and slow which usually lasts for a long time, causing the kidneys to lose their ability to maintain the composition and amount of fluid in a normal state. Hemodialysis is a therapy that can improve the condition of patients with chronic kidney failure, but on the other hand this treatment method also makes patients have to face various problems, one of which is fatigue. The purpose of this study was to determine the effect of Progressive muscle relaxation on the level of fatigue in patients undergoing hemodialysis. The method used in this intervention study was a case study with a quantitative descriptive approach by evaluating the implementation of the Progressive muscle relaxation intervention. The instrument for measuring the level of fatigue used the FACIT-fatigue scale questionnaire. The results of this study showed that in the initial assessment the patient experienced severe fatigue with a score of 11 and after being given Progressive muscle relaxation intervention, the patient's fatigue score became 24, which is moderate fatigue. From the results of this study it can be concluded that there is an effect of giving Progressive muscle relaxation on reducing the level of fatigue in patients undergoing hemodialysis.
Pengaruh Kombinasi Ankle Pump Exercise dengan Elevasi Kaki 30° terhadap Penurunan Edema pada Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) yang Menjalani Hemodialisis Nurul Zukhruful Muslimah; Syahruramdhani Syahruramdhani; Tariyah Tariyah
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 2 (2026): April 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i2.1961

Abstract

Penyakit ginjal kronis merupakan kondisi penurunan fungsi ginjal yang bersifat menetap dan sering menimbulkan komplikasi berupa kelebihan cairan yang ditandai dengan edema pada ekstremitas bawah, khususnya pada pasien yang menjalani hemodialisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi latihan pompa pergelangan kaki dengan elevasi kaki 30° terhadap penurunan edema. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif pada pasien yang mengalami edema. Intervensi diberikan selama dua kali pertemuan dalam satu minggu dengan durasi setiap sesi selama delapan menit, yang meliputi latihan pompa pergelangan kaki dan elevasi kaki 30°. Pengukuran edema dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan metode pitting edema, kemudian data dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan perubahan derajat edema sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan adanya penurunan derajat edema dari derajat 2+ (sedang) menjadi derajat 1+ (ringan) setelah pemberian intervensi. Intervensi ini terbukti memberikan perbaikan kondisi edema. Kombinasi latihan pompa pergelangan kaki dan elevasi kaki 30° dapat menjadi alternatif tindakan nonfarmakologis yang sederhana dan efektif untuk membantu mengurangi edema pada pasien penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisis.
Pengaruh Aromaterapi Papermint terhadap Tingkat Kecemasan pada Pasien Chronic Kidney Disease yang Menjalani Hemodialisa Wahyu Puspita Sari; Syahruramdhani Syahruramdhani; Tariyah Tariyah
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 2 (2026): April 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i2.1988

Abstract

Chronic Kidney Disease merupakan masalah kesehatan yang menyumbang kematian tinggi di dunia disebabkan karena adanya kelainan struktur atau fungsi ginjal yang bersifat progresif sehingga memerlukan penanganan terapi hemodialisa. Pasien yang pertama kali menjalani terapi hemodialisa sering memiliki keluhan kecemasan yang berat. Peneltiain ini bertujuan mengeksplorasi pengaruh aromaterapi papermint terhadap tingkat kecemasan pasien yang pertama kali menjalani hemodialisa. Desain penelitian ini adalah case study dengan satu responden yang pertama kali menjalani hemodialisa dan mengalami kecemasan. Intervensi dilakukan sebanyak 3 sesi dengan durasi masing-masing sesi selama 15 menit secara inhalasi dengan essential oil papermint. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan tingkat kecemasan pasien sebelum dan setelah intervensi menggunakan instrument HARS. Berdasarkan hasil evaluasi tingkat kecemasan, terdapat penurunan setelah diberikannya aromaterapi papermint dari tingkat kecemasan berat menjadi tingkat kecemasan sedang. Aromaterapi papermint dapat menjadi pilihan sebagai salah satu terapi komplementer untuk mengatasi kecemasan pasien yang menjalani hemodialisa.
Physical Activity To Improve And Maintain Mental Health: A Bibliometric Analysis (2021–2025) Misnawan Inda Putra; Syahruramdhani Syahruramdhani
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60244

Abstract

Peningkatan kasus gangguan kesehatan mental pasca-pandemi mendorong perlunya pendekatan preventif non-farmakologis, salah satunya melalui aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemetaan bibliometrik dan perkembangan struktur pengetahuan global mengenai aktivitas fisik dalam memelihara kesehatan mental berdasarkan 506 artikel terindeks Scopus (2021–2025) yang diolah menggunakan VOSviewer dan Microsoft Excel. Hasil analisis memperlihatkan bahwa publikasi tumbuh pesat dan memuncak pada 2025 (146 dokumen). Jejaring kepenulisan membentuk struktur terikat penuh (fully connected network) tanpa peneliti terisolasi, dengan tokoh seperti Lena Milch dan André Möller sebagai pusat jejaring. Pemetaan kata kunci terbagi menjadi dua klaster yang menghubungkan kondisi psikologis dengan uji klinis acak terkendali (RCT). Analisis acuan bersama membentuk satu klaster tunggal berbasis penanda peradangan molekuler (ICAM-1 dan VCAM-1) sebagai fondasi fisiologis. Selain itu, terdapat ketimpangan wilayah akibat dominasi Amerika Serikat, Tiongkok, dan Inggris. Berdasarkan kesenjangan tersebut, direkomendasikan agenda penelitian masa depan yang berfokus pada presisi aturan dosis latihan, pemantauan kesehatan digital (e-health), pengujian penanda biologis translational, serta penggalian aktivitas fisik berbasis kearifan lokal di negara berkembang.
Global Trends and Visualized Knowledge Mapping of Music Therapy For Dysmenorrhea: A Scopus Based Bibliometric Analysis (2015–2025) Misnawan Inda Putra; Syahruramdhani Syahruramdhani
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60900

Abstract

Nyeri haid (dismenore) sering kali mengganggu aktivitas, sehingga terapi alternatif seperti terapi musik mulai banyak dilirik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perkembangan penelitian dunia mengenai terapi musik untuk mengatasi nyeri haid dari tahun 2015 sampai 2025 menggunakan database Scopus dan aplikasi VOSviewer. Berdasarkan kriteria yang ditentukan, ditemukan 552 artikel relevan yang kemudian diolah menjadi hasil penelitian. Hasilnya menunjukkan bahwa jumlah penelitian melonjak tajam pada tahun 2025 hingga mencapai 103 artikel, di mana Amerika Serikat dan China menjadi negara paling aktif. Fokus penelitian ini didominasi oleh bidang Kedokteran (69,9%), dengan jurnal Medicine Amerika Serikat sebagai wadah publikasi terpopuler menjelang pengamatan akhir tahun. Peta kata kunci menunjukkan bahwa fokus para ahli kini mulai bergeser dari pembahasan nyeri umum ke nyeri haid yang lebih spesifik. Meski begitu, topik ini masih jarang diteliti secara mendalam, sehingga membuka peluang besar untuk penelitian selanjutnya.