Berat badan lahir rendah (BBLR) masih menjadi masalah kesehatan yang berkontribusi terhadap meningkatnya angka kesakitan dan kematian neonatal. Salah satu faktor yang berperan adalah anemia pada ibu hamil, yang dapat menurunkan kemampuan darah membawa oksigen sehingga mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan anemia pada ibu hamil dengan kejadian BBLR di RS Rujukan Urban. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Data diperoleh dari rekam medis 234 ibu dan bayi yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Status anemia ditentukan berdasarkan kadar hemoglobin, sedangkan BBLR berdasarkan berat badan lahir. Analisis menggunakan uji Chi-Square dan Prevalence Ratio (PR) dengan p<0,05. Sebanyak 54 ibu (23,1%) mengalami anemia dan 87 bayi (37,2%) lahir dengan BBLR. Ibu anemia lebih banyak melahirkan bayi BBLR (74,1%) dibandingkan ibu tanpa anemia (26,1%). Terdapat hubungan bermakna antara anemia pada ibu hamil dan kejadian BBLR (p<0,001), dengan PR 2,837 (95% CI: 2,118–3,799). Disimpulkan bahwa anemia pada ibu hamil berhubungan signifikan dengan kejadian BBLR di RS Pelni. Pencegahan anemia melalui pemantauan hemoglobin rutin, suplementasi zat besi, dan optimalisasi pelayanan antenatal diperlukan untuk menurunkan risiko BBLR.
Copyrights © 2026