Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU HAMIL MENGENAI GIZI DAN KEHAMILAN DI PUSKESMAS CINERE KOTA DEPOK Arfiyanti Anwar; Adi Sukrisno
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (789.794 KB) | DOI: 10.31949/jb.v2i1.700

Abstract

Penanggulangan masalah gizi dan kesehatan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang paling baik pada periode kehamilan. Keadaan gizi ibu hamil yang baik akan menjamin pertumbuhan janin dan kelahiran bayi yang sehat, cadangan gizi pasca-kelahiran bagi ibu, serta produksi air susu ibu (ASI) yang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan bayi pada awal usia kehidupannya sehingga secara fisik dan intelektualitas dapat tumbuh kembang dengan sehat dan produktif . Survey pendahuluan yang dilakukan di Puskesmas Cinere kecamatan Cinere kota Depok ditemukan pengetahuan ibu hamil mengenai gizi dan kehamilan rendah dan belum adanya penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang gizi dan kehamilan Untuk mengatasi hal diatas maka kami Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Fakultas Kedokteran Univesitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, bermaksud untuk melakukan penyuluhan mengenai gizi dan kehamilan di Puskesmas Cinere Kecamatan Cinere Kota Depok. Tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan Ibu hamil mengenai gizi dan kehamilan.Selama kehamilan, diet wanita tidak hanya diperlukan untuk menjamin kecukupan kalori, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan mikronutrien . Kekurangan mikronutrien pada ibu hamil akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan fetus dan mempengaruhi masa depan fetus menjadi manusia dengan kelainan pada bagian ginjal, fungsi kardiovaskular, pancreas, komposisi tubuh dan fungsi paru –paru.
Peningkatan Pengetahuan Mahasiswa Kedokteran Tingkat 3 UPNVJ Dalam Mencegah Stunting Arfiyanti Anwar; Prasetyo Hadi; Adi Sukrisno; Wendy Wendy; Nugrahayu Nugrahayu
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 3 (2021)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.277 KB) | DOI: 10.31949/jb.v2i3.1342

Abstract

Latar Belakang: Data WHO pada tahun 2020 menemukan sedikitnya 155 juta anak di seluruh dunia dengan usia kurang dari 5 tahun mengalami stunting. Di Indonesia, penderita stunting pada tahun 2019 mencapai 27,67% dari total populasi. Angka itu berhasil ditekan dari 37,8% pada tahun 2013. Namun, angka ini masih lebih tinggi dibandingkan toleransi maksimal stunting yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yaitu kurang dari 20%. Pada tahun 2024, kasus stunting di Indonesia diharapkan bisa ditekan hingga berada di angka 14%. Survey pendahuluan yang dilakukan pada mahasiswa kedokteran tingkat 3 UPNVJ ditemukan belum adanya webinar mengenai stunting dan pencegahannya untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa kedokteran tingkat 3. Tujuan: Melaksanakan webinar mengenai stunting dan pencegahannya untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa kedokteran tingkat 3 UPNVJ. Stunting dapat diatasi dengan pemenuhan nutrisi yang tepat 1000 HPK yaitu dengan melakukan menyusui Dini, memberikan ASI eklusif sampai 6 bulan, MPASI mulai 6- 24 bulan, dengan tetap melanjutkan ASI sampai 24 bulan. Kesimpulan Peserta webinar terdiri dari 81% perempuan dan 19% laki laki. Pelaksanaan webinar dapat meningkatkan pengetahuan mahasiswa tinggkat 3 kedokteran UPNVJ (pretest 78% dan posttest 85%). Webinar bermanfaat 100% bagi mahasiswa dan perlu jadi rutinas untuk mahasiswa kedokteran tingkat 3 UPNVJ (98%).
Hubungan Anemia Pada Kehamilan Trimester Pertama dengan Berat Badan Lahir Rendah di Rumah Sakit Rujukan Urban Tahun 2024 – 2025 Natasya Alya Chaerunisa; Adi Sukrisno; Desi Purwaningsih; Fachri Razi
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60941

Abstract

Berat badan lahir rendah (BBLR) masih menjadi masalah kesehatan yang berkontribusi terhadap meningkatnya angka kesakitan dan kematian neonatal. Salah satu faktor yang berperan adalah anemia pada ibu hamil, yang dapat menurunkan kemampuan darah membawa oksigen sehingga mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan anemia pada ibu hamil dengan kejadian BBLR di RS Rujukan Urban. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Data diperoleh dari rekam medis 234 ibu dan bayi yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Status anemia ditentukan berdasarkan kadar hemoglobin, sedangkan BBLR berdasarkan berat badan lahir. Analisis menggunakan uji Chi-Square dan Prevalence Ratio (PR) dengan p<0,05. Sebanyak 54 ibu (23,1%) mengalami anemia dan 87 bayi (37,2%) lahir dengan BBLR. Ibu anemia lebih banyak melahirkan bayi BBLR (74,1%) dibandingkan ibu tanpa anemia (26,1%). Terdapat hubungan bermakna antara anemia pada ibu hamil dan kejadian BBLR (p<0,001), dengan PR 2,837 (95% CI: 2,118–3,799). Disimpulkan bahwa anemia pada ibu hamil berhubungan signifikan dengan kejadian BBLR di RS Pelni. Pencegahan anemia melalui pemantauan hemoglobin rutin, suplementasi zat besi, dan optimalisasi pelayanan antenatal diperlukan untuk menurunkan risiko BBLR.