Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi, termasuk di Indonesia. Kualitas tidur yang buruk berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah melalui aktivasi sistem saraf simpatik, peningkatan kadar kortisol, dan gangguan sistem renin-angiotensin-aldosteron. Tujuan mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mensintesis bukti ilmiah mengenai efektivitas intervensi non-farmakologi dalam meningkatkan kualitas tidur sebagai strategi pencegahan hipertensi, dengan fokus pada aplikasi pengingat istirahat berbasis teknologi. Metode tinjauan sistematis dilakukan sesuai pedoman PRISMA melalui pencarian artikel pada PubMed, Scopus, CINAHL, dan Google Scholar periode Januari 2020–April 2025. Dari 427 artikel yang ditemukan, 25 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis. Hasil lima intervensi efektif diidentifikasi, yaitu aplikasi pengingat istirahat, relaksasi otot progresif, latihan pernapasan dalam, terapi musik, dan pembatasan penggunaan layar sebelum tidur. Aplikasi pengingat istirahat memberikan hasil terbaik dengan penurunan tekanan darah sistolik sebesar 8–12 mmHg, peningkatan durasi tidur rata-rata 1,6 jam per malam, serta penurunan skor PSQI dari 8,4 menjadi 4,1 (p<0,001). Kesimpulan intervensi non-farmakologi, terutama aplikasi pengingat istirahat, efektif, aman, dan mudah diterapkan untuk meningkatkan kualitas tidur serta menurunkan risiko hipertensi. Perawat memiliki peran penting dalam mengintegrasikan intervensi ini ke dalam asuhan keperawatan holistik
Copyrights © 2026