Efisiensi pengelolaan sumberdaya dalam pelayanan farmasi merupakan faktor penting menjaga keberlanjutan operasional dan kualitas layanan, diperlukan evaluasi kinerja yang objektif, dan terukur. Penelitian ini bertujuan menganalisis efisiensi teknis layanan bisnis apotek dalam mendukung pelayanan rumah sakit dan kesehatan masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif evaluatif dengan metode Data Envelopment Analysis (DEA) model CCR dan BCC pada Apotek Danam Farma Gresik, dengan 12 Decision Making Unit (DMU) selama periode triwulan 2025. Variabel input meliputi gaji apoteker, gaji non-apoteker, biaya pengadaan obat, serta biaya operasional lainnya, sedangkan output diukur dari pendapatan. Hasilnya, 6 dari 12 DMU mencapai efisiensi penuh, sementara 6 lainnya masih relatif inefisien. Inefisiensi disebabkan penggunaan input yang berlebihan pada biaya tenaga kerja dan operasional, sedangkan ada dua analisis, yakni slack yang memerlukan penyesuaian input non-proporsional dan dual price yang menekankan aspek efisiensi yang sensitif terhadap input. Disimpulkan, peningkatan efisiensi dilakukan melalui optimalisasi sumberdaya, pengendalian biaya, serta benchmarking kinerja secara berkelanjutan. Kata Kunci: Efisiensi teknis, DEA, layanan farmasi, kinerja operasional apotek
Copyrights © 2026