Perawat berperan sentral dalam pelayanan kesehatan primer, namun rentan mengalami stres kerja akibat tanggung jawab tinggi, keterlibatan emosional, dan tuntutan pengambilan keputusan klinis yang cepat. Stres kerja yang tidak dikelola dengan baik berpotensi menurunkan kinerja perawat dan mutu pelayanan kesehatan. Bukti empiris mengenai hubungan keduanya masih didominasi penelitian di rumah sakit, sehingga bukti pada pelayanan kesehatan primer seperti puskesmas masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat stres kerja dengan kinerja perawat di Puskesmas I dan II Negara. Desain penelitian adalah kuantitatif cross-sectional dengan 72 perawat yang dipilih melalui purposive sampling. Stres kerja diukur menggunakan Job Stress Scale (JSS), sedangkan kinerja perawat diukur menggunakan kuesioner berbasis Human Resources Scorecard (HR Scorecard), dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil menunjukkan mayoritas responden mengalami stres kerja sedang (69,4%) dan kinerja sedang (56,9%). Terdapat hubungan signifikan, cukup kuat, dan positif antara tingkat stres kerja dengan kinerja perawat (p=0,002; r=0,361). Temuan ini menjadi dasar penyusunan strategi manajemen sumber daya manusia untuk mempertahankan kinerja perawat dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan primer.
Copyrights © 2026