Pasien ulkus diabetikum sering mengalami stres berat akibat nyeri berkepanjangan, kekhawatiran amputasi, dan beban ekonomi. Fenomena di lapangan menunjukkan bahwa perawat cenderung lebih berfokus pada aspek fisik seperti perawatan luka dan pemberian pengobatan, sehingga perhatian terhadap aspek psikologis, emosional, dan spiritual pasien belum optimal. Kondisi ini menunjukkan rendahnya perilaku caring perawat saat memberi asuhan keperawatan holistik. Penelitian ini tujuannya guna menguji kaitan diantara perilaku caring perawat berdasarkan teori Jean Watson atas tingkatan stres pasien ulkus diabetikum. Penelitian ini menerapkan desain korelasional cross-sectional. Populasi nya yakni seluruh pasien ulkus diabetikum dirawat di RSUD Mardi Waluyo Blitar tanggal 25 Agustus-25 September 2025. Jumlah sampel ditentukan menggunakan G*Power diperoleh sebanyak 48 responden dipilih menggunakn teknik purposive sampling. Penelitian menggunakan instrumen Kuesioner Perilaku Caring Perawat (KPCP) dan Perceived Stress Scale (PSS-10). Analisis data memakai uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian meliputi perilaku caring perawat berdasarkan teori Jean Watson pada kategori cukup, tingkat stres pasien ulkus diabetikum pada kategori sedang, nilainya (p = 0.001; r = −0.646), membuktikan adanya korelasi kuat diantara perilaku caring perawat berdasar teori Jean Watson dengan tingkatan stres pasien ulkus diabetikum. Penerapan teori caring Jean Watson secara konsisten diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis pasien.
Copyrights © 2026