Latar Belakang: Kateterisasi jantung merupakan prosedur medis untuk mendiagnosis dan mengobati beberapa masalah jantung. Pasien yang menjalani kateterisasi jantung, khususnya dengan akses femoral, mungkin mengalami ketidaknyamanan, seperti nyeri, baik sebelum, selama, maupun setelah pelepasan selubung. Manajemen nyeri nonfarmakologis semakin banyak digunakan karena efek samping pengobatan farmakologis. Manajemen nyeri nonfarmakologis dapat membantu mengurangi nyeri ringan hingga sedang, sehingga mengurangi kebutuhan analgesik berkelanjutan. Tujuan: Menganalisis efektivitas manajemen nyeri nonfarmakologis setelah kateterisasi jantung. Metode: Artikel diperoleh dari lima sumber elektronik: Scopus, EBSCOhost, ScienceDirect, Sage Journals, dan Garuda. Artikel-artikel ini menggunakan metode kuasi-eksperimental dan RCT (Randomized Controlled Trials). Hasil: Intervensi yang dapat diterapkan sebelum pelepasan selubung yaitu aromaterapi, reiki, dan akupresur, dan setelah pelepasan selubung meliputi penggunaan kompres dingin, ice bag, dan cryotherapy. Selain itu, terdapat intervensi yang diterapkan sebelum, selama, dan setelah pelepasan selubung, seperti penggunaan stress ball dan kombinasi relaksasi otot perut dan deep, slow breathing. Di satu sisi, intervensi nyeri yang tidak terkait dengan waktu pelepasan selubung, yaitu, autogenic training, hand massage, dan virtual reality, sedangkan penerapan manuver valsalva terbatas selama pelepasan selubung. Kesimpulan: Manajemen nyeri nonfarmakologis terbukti efektif dalam mengurangi nyeri setelah kateterisasi jantung dengan akses femoral baik sebelum, selama, atau setelah pelepasan selubung. Kata Kunci: Kateterisasi Jantung, Akses Femoral, Manajemen Nyeri
Copyrights © 2026