Latar Belakang: Preeklampsia merupakan penyulit, penyebab utama kesakitan, dan kematian maternal (2-8%) dan perinatal. Patogenesisnya bersifat multifaktorial, ketidakseimbangan angiogenik merupakan mekanisme sentral. Obesitas dan vitamin D merupakan faktor risiko yang berkaitan dengan proses inflamasi, nutrisi metabolik, reaksi imunologi, dan disfungsi endotel yang berpotensi mengalami preeklampsia. Tujuan: mengidentifikasi dan menyintesis bukti ilmiah mengenai obesitas pada ibu hamil, vitamin D, dan risiko preeklampsia, tahun 2021–2025. Metode: hybrid literature review, pencarian dari PubMed dan ScienceDirect, dengan beberapa kata kunci. Sintesis secara naratif dan tematik. Hasil: Dari 2.532 artikel, 16 artikel memenuhi kriteria inklusi (meta-analisis (n=8), studi observasional (kohort prospektif/retrospektif dan kasus-kontrol) (n=5)). Indeks massa tubuh (IMT) untuk pengkategorian obesitas. Peningkatan IMT berhubungan dengan peningkatan risiko preeklampsia; risiko meningkat hingga 3 kali lipat pada obesitas dibandingkan dengan berat badan normal. Defisiensi vitamin D (25(OH)D <20 ng/mL) berkaitan dengan peningkatan risiko preeklampsia melalui gangguan invasi trofoblas, disfungsi angiogenesis plasenta, disregulasi sistem renin-angiotensin-aldosteron, serta respons inflamasi dan stres oksidatif. Obesitas menurunkan bioavailabilitas vitamin D melalui sekuestrasi pada jaringan adiposa, Ibu hamil dengan obesitas berisiko lebih tinggi mengalami defisiensi vitamin D dan memperberat risiko preeklampsia. Kesimpulan: Obesitas dan defisiensi vitamin D merupakan faktor risiko preeklampsia yang saling berkaitan melalui jalur metabolik dan inflamasi. Skrining, studi kohort, dan uji klinis acak pada status vitamin D ibu hamil dengan obesitas menjadi strategi deteksi dini dan pencegahan preeklampsia Kata Kunci: obesitas, status Vitamin D, Preeklampsia, hybrid systematic review
Copyrights © 2026