Ulkus kaki diabetik merupakan salah satu komplikasi kronis diabetes melitus yang sering disertai kecemasan sehingga dapat menurunkan kepatuhan perawatan dan memperlambat proses penyembuhan luka. Intervensi keperawatan yang mengintegrasikan pengelolaan psikologis dan edukasi perawatan luka diperlukan untuk meningkatkan luaran pasien. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas mindful breathing terpadu edukasi balut terhadap tingkat kecemasan, kepatuhan perawatan, dan progres penyembuhan luka pada pasien ulkus kaki diabetik. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental pretest–posttest with control group yang melibatkan 60 responden di Puskesmas Andalas Kota Padang, terdiri atas 30 responden kelompok intervensi dan 30 kelompok kontrol. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Hospital Anxiety and Depression Scale-Anxiety (HADS-A), sedangkan progres penyembuhan luka dinilai menggunakan Bates-Jensen Wound Assessment Tool (BWAT). Analisis data menggunakan paired t-test dan independent t-test dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok intervensi mengalami penurunan skor kecemasan yang lebih besar dibandingkan kelompok kontrol (Δ=-6,3 vs -2,4; p=0,004) serta penurunan skor BWAT yang lebih besar (Δ=-11,2 vs -6,3; p=0,006). Intervensi juga meningkatkan kepatuhan pasien dalam melakukan perawatan luka secara mandiri. Mindful breathing terpadu edukasi balut efektif menurunkan kecemasan, meningkatkan kepatuhan perawatan, dan mempercepat penyembuhan ulkus kaki diabetik sehingga berpotensi diterapkan sebagai intervensi keperawatan berbasis bukti di pelayanan kesehatan primer.
Copyrights © 2026