Amelia Susanti
Universitas Alifah Padang

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Peran Dukungan Sosial Dalam Meningkatkan Kesehatan Mental Remaja di Lingkungan Sekolah Diana Arianti; Amelia Susanti
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.42618

Abstract

While social support is recognized as having a positive impact on mental health, there is a lack of research exploring the differences in influence between support from peers, teachers, and family, and how these forms of support function across different social settings. Adolescents experience many significant changes, such as physical, cognitive, and social development, which can trigger stress and mental disorders such as anxiety and depression. Research method Cross-sectional design. The study was conducted from October 2024 to February 2025 at SMPN 12 in Padang City. Population of adolescents attending junior high school. Sampling by stratified random sampling. The sample size was 200 adolescents, Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) instrument. Emotional Health Scale: Using measurement tools such as the General Health Questionnaire (GHQ. Statistical test Pearson Correlation Test.The results of the study showed that most respondents (60%) had high social support, while 25% were moderate, and 15% were low. In terms of mental health, 50% of adolescents showed good mental health, 30% moderate, and 20% poor. Bivariate results using Pearson correlation test showed a significant relationship between social support and adolescent mental health. With a correlation coefficient (r) = -0.48 and p = 0.001, this relationship is moderate negative and significant, which means that the higher the social support adolescents receive, the better their mental health, and vice versa, the lower the social support, the higher the level of anxiety, stress, and depression. Keywords: Social Support, Health, Mental, Adolescents.
PENINGKATAN KESEHATAN MENTAL ANAK PRA SEKOLAH MELALUI EDUKASI TEKNOLOGI DIGITAL SEHAT : PENINGKATAN KESEHATAN MENTAL ANAK PRA SEKOLAH MELALUI EDUKASI TEKNOLOGI DIGITAL SEHAT Amelia Susanti; Diana Arianti
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan (JPIK) Vol. 5 No. 1 (2026): JPIK - Juni 2026 Volume 5 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Alifah Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jpik.v5i1.132

Abstract

The rapid advancement of digital technology has significantly influenced how preschool children learn, play, and interact socially. While digital technology offers educational benefits and supports cognitive development, excessive and unsupervised use may negatively affect children's mental health, including emotional regulation difficulties, reduced social interaction, sleep disturbances, and behavioral problems. This community service program aimed to improve the knowledge and awareness of parents and teachers regarding healthy digital technology use to support preschool children's mental health. The activity was conducted in December 2025 at PAUD Tapian Bunda and involved 30 participants consisting of parents and teachers. The intervention included health education sessions, interactive discussions, demonstrations of age-appropriate digital technology use, and participant evaluations. The results indicated an improvement in participants’ understanding of screen-time limitations, parental supervision, age-appropriate content selection, and the importance of balancing digital activities with direct play and social interaction. Healthy digital technology education proved to be an effective promotive strategy for improving family digital literacy and preventing mental health problems among preschool children. Similar programs should be continuously implemented through collaboration among families, schools, and healthcare professionals.
Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Perilaku Bullying Pada Remaja Di Smp Negeri 39 Kota Padang Tahun 2025 Indah Sukma Ningsih; Amelia Susanti; Weni Mailita
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 7 (2026): Menulis - Juli
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i7.1303

Abstract

Kejadian bullying pada remaja merupakan salah satu permasalahan yang banyak ditemukan di lingkungan sekolah. Kota Padang berada pada peringkat pertama sebagai daerah dengan kasus bullying tertinggi pada remaja. Di Kota Padang terdapat tiga sekolah dengan kasus bullying tertinggi, yaitu SMP Negeri 26, SMP Negeri 28, dan SMP Negeri 39. Di SMP Negeri 39 Padang, kejadian bullying secara verbal mencapai 53,8%, bullying fisik 28,2%, dan bullying relasional 37,2%. Salah satu faktor yang memengaruhi perilaku bullying pada remaja adalah pola asuh orang tua. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan perilaku bullying pada remaja di SMP Negeri 39 Kota Padang tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IX SMP Negeri 39 Kota Padang sebanyak 125 orang, dengan sampel sebanyak 56 orang yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai Agustus 2025, sedangkan pengumpulan data dilakukan pada tanggal 17–18 Juli 2025. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa separuh (50%) responden memiliki perilaku bullying kategori sedang dan lebih dari separuh (51,8%) responden memiliki pola asuh orang tua otoriter. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p<0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan perilaku bullying pada remaja di SMP Negeri 39 Kota Padang. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan perilaku bullying pada remaja di SMP Negeri 39 Kota Padang. Disarankan agar pihak sekolah menjadikan hasil penelitian ini sebagai bahan masukan dalam upaya pencegahan dan penanganan perilaku bullying melalui pemberian edukasi, pendampingan, serta bimbingan kepada siswa dan menjalin kerja sama dengan orang tua untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan suportif.
Hubungan Motivasi Belajar Terhadap Penggunaan Smartphone Pada Remaja Kelas VIII Di SMP Negeri 25 Padang Pada Tahun 2025 Rani Ramadani; Amelia Susanti; Diana Arianti
Gudang Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2026): GJIK - Februari
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjik.v4i1.1967

Abstract

Penggunaan smartphone di kalangan remaja terus meningkat seiring dengan kemudahan akses terhadap informasi, hiburan, dan media sosial. Menurut APJII (2024), 98% remaja menggunakan smartphone, sementara data dari Badan Pusat Statistik Sumatera Barat (2024) menunjukkan bahwa 67,78% remaja memiliki akses ke smartphone. Penggunaan berlebihan ini membuat remaja kesulitan mengelola waktu, mengurangi konsentrasi, sering menunda-nunda tugas, dan mempengaruhi motivasi belajar mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi belajar dan penggunaan smartphone pada remaja kelas VIII di SMP Negeri 25 Padang Tahun 2025, dengan pengumpulan data dilakukan pada 26-28 Mei 2025. Populasi penelitian terdiri dari 261 siswa kelas VIII di SMP Negeri 25 Padang pada tahun 2025. Sampel sebanyak 72 responden diambil menggunakan rumus Slovin dengan teknik sampling acak. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi dan kuesioner MSLQ, dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan bahwa 45,8% remaja memiliki motivasi belajar rendah, sementara 44,4% memiliki penggunaan smartphone yang tinggi. Secara bivariat, terdapat hubungan antara motivasi belajar dan penggunaan smartphone pada remaja kelas VIII di SMP Negeri 25 Padang tahun 2025. Diharapkan guru dapat meningkatkan program pendidikan tentang penggunaan smartphone yang sehat dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Smartphone use among adolescents is increasing along with easier acces to information, entertainment, and social media. According to APJII (2024), 98% of adolescents use smartphones, while data from the West Sumatra Statistics Agency (2024) shows that 67,78% of adolescents have acces to smartphones. This excessive use makes it difficult for teenager to manage their time, reduces their concentration, causes them to frequently procrastinate, and affects their motivation to learn. This study aims to determine the relationship between learning motivation and smartphone use among eight-grade students at SMP Negeri 25 Padang in August 2025, with data collection carried out on May 26-28, 2025. The study population consisted of 261 eight-grade students at SMP Negeri 25 Padang in 2025. A sample of 72 respondents was taken using the Slovin formula with random sampling technique. Data collection was conducted using observation sheets and MSLQ questionnaires,analyzed univariately and bivariately using the Chi-Square test. The results showed that 45,8% of adolescents had low learning motivation, while 44,4% had high smartphone usage. Bivariate there is a relationship between learning motivation and smartphone use among eight-grade students at SMP Negeri 25 Padang in 2025. It is hoped that teachers can improve educational programs on healthy smartphone use and create a create a conducive learning environment.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Skizofrenia Di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Buaya Padang Tahun 2025 Ayu Trinanda; Amelia Susanti; Edo Gusdiansyah
Gudang Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2026): GJIK - AGUSTUS
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjik.v4i2.2071

Abstract

Skizofrenia merupakan gangguan jiwa kronis yang membutuhkan pengobatan jangka panjang dan kepatuhan tinggi dalam minum obat untuk mencegah kekambuhan. Namun, fenomena yang sering terjadi di lapangan adalah rendahnya tingkat kepatuhan pasien skizofrenia dalam menjalani terapi farmakologis. Salah satu faktor yang diduga berpengaruh terhadap kepatuhan minum obat adalah dukungan keluarga. Keluarga sebagai support system utama berperan penting dalam proses pemulihan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Skizofrenia di Puskesmas Lubuk Buaya Padang Tahun 2025. Penelitian menggunakan desain Kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian telah dilakukan di Puskesmas Lubuk Buaya Padang. Pengumpulan data dilakukan selama 11 hari yaitu tanggal 14 Juli- 24 Juli 2025. Populasi penelitian ini sebanyak 234 dengan sampel sebanyak 70 pasien Skizofrenia yang menjalani pengobatan menggunakan rumus slovin dengan teknik pengambilan sampel Simple Random Sampling. Instrument Kepatuhan Minum Obat yang digunakan adalah kuisoner Morisky Medication Adherene Scale (MMAS-8) dan instrument Dukungan Keluarga. Analisa dilakukan secara Univariat dan Bivariat menggunakan uji Chi-Square. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa 65,7% responden kurang patuh dalam minum obat dan 52,9% memiliki keluarga kurang mendukung. Uji Bivariat menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat (p-value=0,002). Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kepatuhan minum obat pada pasien skizofrenia di Puskesmas Lubuk Buaya Padang. Diharapkan perawat jiwa di Puskesmas dapat memberikan informasi dan edukasi tentang pentingnya patuhan minum obat kepada keluarga pasien skizofrenia.
Efektivitas Mindful Breathing Terpadu Edukasi Balut terhadap Kecemasan dan Penyembuhan Ulkus Kaki Diabetik Diana Arianti; Amelia Susanti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.61764

Abstract

Ulkus kaki diabetik merupakan salah satu komplikasi kronis diabetes melitus yang sering disertai kecemasan sehingga dapat menurunkan kepatuhan perawatan dan memperlambat proses penyembuhan luka. Intervensi keperawatan yang mengintegrasikan pengelolaan psikologis dan edukasi perawatan luka diperlukan untuk meningkatkan luaran pasien. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas mindful breathing terpadu edukasi balut terhadap tingkat kecemasan, kepatuhan perawatan, dan progres penyembuhan luka pada pasien ulkus kaki diabetik. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental pretest–posttest with control group yang melibatkan 60 responden di Puskesmas Andalas Kota Padang, terdiri atas 30 responden kelompok intervensi dan 30 kelompok kontrol. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Hospital Anxiety and Depression Scale-Anxiety (HADS-A), sedangkan progres penyembuhan luka dinilai menggunakan Bates-Jensen Wound Assessment Tool (BWAT). Analisis data menggunakan paired t-test dan independent t-test dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok intervensi mengalami penurunan skor kecemasan yang lebih besar dibandingkan kelompok kontrol (Δ=-6,3 vs -2,4; p=0,004) serta penurunan skor BWAT yang lebih besar (Δ=-11,2 vs -6,3; p=0,006). Intervensi juga meningkatkan kepatuhan pasien dalam melakukan perawatan luka secara mandiri. Mindful breathing terpadu edukasi balut efektif menurunkan kecemasan, meningkatkan kepatuhan perawatan, dan mempercepat penyembuhan ulkus kaki diabetik sehingga berpotensi diterapkan sebagai intervensi keperawatan berbasis bukti di pelayanan kesehatan primer.
Hubungan Penggunaan Media Sosial Dengan Kesehatan Mental Remaja Di SMP Negeri 12 Padang Tahun 2025 Fadila Rahmadani; Amelia Susanti; Basmanelly
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 3 (2026): Menulis - Maret
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i3.1070

Abstract

Survey mengenai kesehatan mental pada remaja di Indonesia tahun 2022, mendapatkan hasil 5,5%. Salah satu penyebab terganggunya kesehatan mental pada remaja ini kehadiran media sosial. Sumatera Barat terjadinya social media addiction sebanyak 35%. Penduduk usia lebih dari 15 tahun mengalami presentase gangguan mental emosional sebesar 8,2%. Data dari Dinas Kesehatan Kota Padang ditemukan remaja yang mengalami gangguan mental sebanyak 237 orang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Penggunaan Media Sosial Dengan Kesehatan Mental Pada Remaja di SMP Negeri 12 Padang tahun 2025. Metode pada penelitian ini adalah kuantitatif dengan analitik kolerasi dengan desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 09 – 11 Juli 2025. Penelitian ini telah dilakukan di SMP Negeri 12 Padang. Populasi pada penelitian ini seluruh siswa/i kelas VII di SMP Negeri 12 Padang berjumlah 306 orang dengan sampel 75 orang. Teknik pengambilan sampel stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Analisa data univariat dan bivriat menggunakan uji Chi-Square. Penelitian menunjuukkan bahwa lebih dari separuh (54,7%) memiliki kesehatan mental tinggi pada remaja. Kurang dari separuh (41,3%) memiliki penggunaan media sosial pada remaja. Ada hubungan penggunaan media sosial dengan kesehatan mental pada remaja di SMP Negeri 12 Padang tahun 2025 (pvalue=0,000). Kesimpulan penelitian ini penggunaan media sosial berhubungan dengan kesehatan mental. Diharapkan dapat lebih memperhatikan penggunaan gadget pribadi siswa dalam proses pembelajaran serta memberikan perhatian dan peraturan yang lebih jelas terhadap penggunaan hand phone pribadi dalam proses pembelajaran, sehingga membuat para siswa remaja dapat lebih bijak dalam mengatur waktu, mengetahui kapan waktu yang diperbolehkan mengakses media sosial di sekolah serta lebih fokus dalam proses pembelajaran.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Kontrol Berobat Pada Pasien Skizofrenia Di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Buaya Padang Tahun 2025 Elsa Febridayenti; Amelia Susanti; Titi Purwani
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 3 (2026): Menulis - Maret
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i3.1073

Abstract

Prevalensi pasien skizofrenia mempengaruhi sekitar 24 juta orang atau 1 dari 300 orang (0,32%) di seluruh dunia. Indonesia pasien skizofrenia 630.827 jiwa. Sumatera Barat peringkat kedelapan di Indonesia sebanyak 39,1%. Hampir semua pasien Skizofrenia kronis mengalami kekambuhan berulang kali. Salah satu penyebabnya tidak patuh kontrol berobat. Oleh sebab itu perlu adanya dukungan keluarga untuk mengontrol berobat pada pasien skizofrenia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan kontrol berobat pada pasien skizofrenia di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Buaya Padang tahun 2025. Jenis penelitian analitik dengan desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan Maret s/d Agustus tahun 2025. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 04 – 16 Agustus 2025. Populasi seluruh keluarga penderita skizofrenia yang berada di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Buaya Padang berjumlah 234 orang dengan sampel 70 orang. Teknik pengambilan sampel proporsional random sampling. Penelitian menggunakan kuesioner dengan cara wawancara terpimpin. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil penelitian kurang dari separoh (48,6%) memiliki tidak patuh dalam kontrol berobat skizofrenia. Kurang dari separoh (45,7%) responden memiliki keluarga tidak mendukung. Ada hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan tingkat kepatuhan berobat pada pasien skizofrenia di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Buaya Padang (pvalue=0,000). Kesimpulan penelitian ini dukungan keluarga berhubungan dengan kepatuhan berobat pada pasien skizofrenia. Diharapkan perawat harus melibatkan peran serta keluarga dalam memberikan penyuluhan tentang penyakit skizofrenia kepada keluarga, memberi informasi tentang cara minum obat yang baik dan benar kepada keluarga, mengingatkan keluarga agar membawa pasien ke tempat pelayanan kesehatan untuk kontrol ulang secara teratur.