Pemberian beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-Kuliah) bertujuan untuk menjamin keberlangsungan studi mahasiswa, namun likuiditas dana yang besar sering kali memicu perilaku konsumtif jika tidak diimbangi dengan tata kelola keuangan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat literasi finansial mahasiswa penerima beasiswa KIP-Kuliah di Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah (ITBM) Polewali Mandar dan menguji pengaruhnya secara empiris terhadap efektivitas manajemen keuangan pribadi mereka. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif kausal-asosiatif dengan teknik stratified random sampling terhadap 156 responden dari total populasi 405 mahasiswa penerima KIP-Kuliah di ITBM Polman. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS 29. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa memiliki tingkat literasi finansial kategori tinggi (45%) dan sedang (40%). Pengujian hipotesis (Uji t) membuktikan secara empiris bahwa dimensi pengetahuan keuangan, sikap keuangan, dan perilaku keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap manajemen keuangan mahasiswa, dengan perilaku keuangan sebagai prediktor paling dominan. Kesimpulan umum dari penelitian ini menegaskan bahwa tingkat literasi finansial yang matang memegang peranan krusial dalam membentuk kedisiplinan penganggaran skala prioritas mahasiswa. Implikasinya, manajemen ITBM Polman disarankan mengintegrasikan program financial coaching secara berkala guna menekan risiko financial distress selama masa perkuliahan.
Copyrights © 2026