Penelitian ini menganalisis konstruksi komunikasi politik pemerintah dalam Program Literasi Demokrasi melalui akun Instagram @literasidemokrasi.id yang dikelola Kementerian Komunikasi dan Informatika pada tahun 2024. Studi ini berangkat dari keterbatasan kajian mengenai bagaimana media sosial pemerintah digunakan sebagai instrumen literasi demokrasi di luar konteks kampanye elektoral. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain analisis komunikasi politik ang dipilih secara purposif berdasarkan tema demokrasi, literasi politik, dan partisipasi publik. Analisis dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, serta diperkuat dengan wawancara semi-terstruktur terhadap satu pengelola program dan dua pakar komunikasi digital yang dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi komunikasi politik pada akun tersebut dibangun melalui tiga pola utama: framing edukatif yang menempatkan pemerintah sebagai fasilitator literasi demokrasi, penggunaan visual dan narasi ringkas yang disesuaikan dengan karakter Generasi Z, serta ajakan partisipasi digital yang cenderung bersifat simbolik dan satu arah. Meskipun mengusung semangat cyberdemocracy, praktik komunikasi yang ditampilkan lebih dominan informatif dan persuasif dibanding deliberatif. Penelitian ini berkontribusi pada penguatan kajian komunikasi politik digital pemerintah dengan menawarkan analisis integratif antara literasi demokrasi dan pemasaran politik digital dalam konteks ruang publik digital.
Copyrights © 2026