Pertumbuhan populasi yang masif di pusat urban menuntut sistem transportasi publik yang aman dan nyaman. Skema Buy The Service (BTS) pada Batik Solo Trans (BST) di Surakarta mengharuskan pengemudi menjaga headway yang ketat, yang berpotensi memicu kelelahan kerja. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik demografi dan profil kelelahan kerja pengemudi BST Koridor 1 (Terminal Palur – Bandara Adi Soemarmo). Menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan desain cross-sectional, data dikumpulkan dari 39 pengemudi melalui teknik Total Sampling. Instrumen yang digunakan adalah Swedish Occupational Fatigue Inventory (SOFI) yang mengukur lima dimensi kelelahan. Hasil menunjukkan karakteristik pengemudi didominasi laki-laki (97,4%) usia produktif 26-35 tahun. Analisis kelelahan menunjukkan 57,3% pengemudi berada pada kategori menengah. Dimensi Kekurangan Energi dan Kantuk menjadi indikator paling dominan, dipicu rute monoton dan beban panas (heat stress). Temuan ini merekomendasikan intervensi manajemen berupa penyediaan fasilitas istirahat yang ergonomis dan penerapan protokol micro-stretching guna menekan risiko human error.
Copyrights © 2026