Pengelolaan kontrak Managed Services pada pengujian kesehatan transformator menghadapi tantangan ketidaksesuaian antara volume pekerjaan terkontrak dan realisasi lapangan, khususnya pada skema Lump Sum yang berpotensi menimbulkan inefisiensi biaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas biaya skema kontrak Lump Sum dibandingkan dengan Unit Price dalam administrasi kontrak manajemen aset transmisi periode 2023–2025. Metode yang digunakan adalah analisis komparatif kuantitatif berbasis rasio efektivitas biaya, dihitung melalui perbandingan antara volume pekerjaan terealisasi dan volume terkontrak terhadap nilai pembayaran aktual. Data diperoleh melalui observasi praktik keinsinyuran, analisis dokumen kontrak, serta rekapitulasi realisasi pengujian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skema Lump Sum menghasilkan tingkat efektivitas biaya sebesar 67% akibat adanya item pengujian yang tidak terealisasi namun tetap dibayarkan, sedangkan skema Unit Price menunjukkan kesesuaian penuh antara volume terealisasi dan pembayaran aktual. Temuan ini mengindikasikan bahwa skema Unit Price lebih adaptif terhadap fluktuasi kebutuhan pengujian dan lebih akurat dalam merefleksikan konsumsi sumber daya. Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan literatur administrasi kontrak dan manajemen aset dengan memberikan bukti empiris mengenai implikasi struktur pembayaran terhadap efektivitas biaya layanan teknik berbasis realisasi.
Copyrights © 2026