Perancangan ini dilatarbelakangi oleh urgensi identitas visual yang komprehensif untuk merepresentasikan spirit literasi sekaligus kearifan lokal bagi komunitas Temu Nasional Guru Penulis (TNGP) dalam perhelatannya di Bukittinggi, Sumatera Barat. Tujuan utama penciptaan ini adalah merumuskan desain batik literasi kontemporer yang menyinergikan simbolisme budaya Minangkabau dengan elemen aktivitas kepenulisan sebagai instrumen diplomasi budaya dan pengikat solidaritas komunitas. Menggunakan metode penciptaan seni deskriptif kualitatif—meliputi tahap eksplorasi gagasan, improvisasi bentuk, hingga perwujudan karya—perancangan ini mendemonstrasikan bahwa transformasi motif tradisional. Ornamen Itiak Pulang Patang dan Rangkiang yang dikontekstualisasikan dengan elemen modern (pena, buku, dan angka "365") sukses membuahkan identitas visual yang distingtif. Aplikasi palet warna Marawa (hitam, merah, kuning) tidak sebatas menawarkan nilai estetika post-modern, melainkan mempertegas filosofi keteguhan budi dan keberanian kaum pendidik. Produk akhir berupa wastra fungsional ini beroperasi sebagai medium pemersatu yang merefleksikan otonomi dan kontribusi intelektual guru dalam bingkai pelestarian budaya nusantara.
Copyrights © 2026