Generesi Alpha merupakan generasi yang lahir pada erea digitalisasi dan tumbuh dalam lingkungan yang sangat dipengaruhi oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Karakteristik Generasi Alpha yang akrab dengan teknologi menuntut adanya transformasi pendidikan yang menyesuaikan proses pembelajaran dengan kebutuhan dan tantangan abad ke-21. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik Generasi Alpha dengan transformasi pendidikan serta implikasinya terhadap pengembangan kompetensi abad ke-21. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui kajian berbagai buku, jurnal nasional, dan jurnal internasional yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa transformasi pendidikan berimplikasi pada perubahan paradigma pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran, serta penguatan peran guru sebagai fasilitator. Selain itu, transformasi pendidikan memberikan kontribusi terhadap pengembangan kompetensi abad ke-21 yang meliputi kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, literasi digital, kemampuan pemecahan masalah, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan. Meskipun demikian, terdapat berbagai tantangan dalam implementasinya, seperti kesenjangan kompetensi digital guru, keterbatasan infrastruktur teknologi, dan rendahnya literasi digital. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, sekolah, guru, keluarga, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang adaptif dan inovatif guna mempersiapkan Generasi Alpha sebagai sumber daya manusia yang unggul dan mampu menghadapi tuntutan era Society 5.0.
Copyrights © 2026