Kecacingan atau infeksi Soil Transmitted Helminth (STH) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dan berpotensi menyebabkan gangguan status gizi, anemia, serta penurunan prestasi belajar pada anak usia sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara infeksi STH dengan kejadian anemia dan prestasi belajar siswa di SDN No. 047732 Kuta Kendit-Pola Tebu, Kecamatan Mardinding, Kabupaten Karo. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 120 siswa kelas 1-5, dengan sampel sebanyak 30 siswa yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Pemeriksaan feses dilakukan dengan metode natif, kadar hemoglobin diukur menggunakan alat digital, dan data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 sampel, sebanyak 9 siswa (30%) positif terinfeksi STH dan 21 siswa (70%) tidak terinfeksi. Uji korelasi antara infeksi STH dengan anemia diperoleh nilai P-value = 0,669 (>0,05), dan uji korelasi antara infeksi STH dengan prestasi belajar diperoleh nilai P-value = 0,521 (>0,05). Kedua hasil tersebut menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara infeksi STH dengan anemia maupun prestasi belajar siswa. Disimpulkan bahwa anemia dan prestasi belajar siswa di lokasi penelitian ini lebih banyak dipengaruhi oleh faktor lain seperti asupan gizi, higiene perorangan, dan motivasi belajar dibandingkan status infeksi STH.
Copyrights © 2026