Stasiun Cikarang merupakan salah satu simpul utama KRL Commuter Line di timur Jabodetabek yang dilengkapi fasilitas park and ride untuk mendukung integrasi antarmoda. Penelitian ini bertujuan menentukan prioritas kriteria dan strategi pengembangan fasilitas park and ride menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Data diperoleh melalui penilaian perbandingan berpasangan oleh tiga responden ahli (regulator, operator, dan akademisi) serta survei terhadap 266 pengguna yang ditentukan dengan rumus Slovin. Hasil AHP menunjukkan bahwa Aksesibilitas menjadi prioritas utama (0,310), diikuti Kebutuhan Pengguna (0,283), Keamanan dan Keselamatan (0,211), Kenyamanan (0,123), serta Biaya dan Pengelolaan (0,072), dengan seluruh nilai Consistency Ratio < 0,1. Survei pengguna menunjukkan fasilitas dinilai baik, namun masih perlu perbaikan pada jalur inklusif, area drop-off, dan penerangan. Alternatif strategi yang paling didukung adalah Modernisasi Sistem Keamanan dan Keselamatan (94,7%), diikuti Revitalisasi dan Perluasan Kapasitas Fasilitas (75,2%) serta Peningkatan Aksesibilitas dan Integrasi Antarmoda (74,4%). Penelitian ini merekomendasikan pengembangan bertahap dengan prioritas pada peningkatan aksesibilitas dan kapasitas parkir, diikuti penguatan sistem keamanan sebagai dasar kebijakan pengelolaan park and ride di Stasiun Cikarang.
Copyrights © 2026