Osteoarthritis merupakan penyakit sendi degeneratif yang ditandai dengan kerusakan kartilago artikular, penyempitan celah sendi, pembentukan osteofit, dan sklerosis subkondral. Salah satu pemeriksaan penunjang untuk menilai perubahan tersebut adalah radiografi knee joint, yang dapat dilakukan dengan metode weight bearing maupun non weight bearing dan menghasilkan visualisasi celah sendi yang berbeda sesuai kondisi pembebanan pada sendi lutut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran hasil radiografi knee joint metode weight bearing dan non weight bearing dalam menilai celah sendi pada pasien dengan klinis osteoarthritis di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Adam Malik Medan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik observasi dan dokumentasi terhadap dua pasien osteoarthritis yang menjalani pemeriksaan radiografi knee joint proyeksi Antero-Posterior (AP) menggunakan sistem Digital Radiography (DR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode mampu memperlihatkan gambaran anatomi knee joint, namun metode weight bearing memberikan visualisasi penyempitan celah sendi tibiofemoral yang lebih jelas dibandingkan metode non weight bearing karena adanya pembebanan fisiologis pada sendi lutut. Disimpulkan bahwa radiografi knee joint metode weight bearing lebih membantu dalam mengevaluasi perubahan degeneratif dan menilai penyempitan celah sendi pada pasien dengan klinis osteoarthritis.
Copyrights © 2026